BeritaPers. Gowa – Di Jumat yang cerah, tepatnya pada tanggal 19 September 2025, suasana di Langkoa Bolaromang, Kecamatan Tombolopao, Gowa, terasa begitu istimewa. Pusat perhatian seluruh warga tertuju pada Masjid Jabal Nur, sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu khidmatnya ibadah salat Jumat.
Panggilan azan berkumandang, merdu dan menenangkan, mengisyaratkan dimulainya ibadah salat Jumat. Kaum pria dari berbagai penjuru mulai berduyun-duyun melangkahkan kaki menuju masjid, meninggalkan sejenak kesibukan duniawi untuk memenuhi panggilan ilahi. Setelah salat, perhatian para jemaah tertuju pada mimbar, di mana Ustaz Muh. Anwar. HM. berdiri dengan penuh wibawa.
Beliau menyampaikan khotbah yang begitu menyentuh, dengan tema “Berterima kasihlah kepada orang tua (Ibu).” Dengan suara yang lantang, Ustaz Muh. Anwar. HM. mengajak seluruh jemaah untuk merenungi pengorbanan seorang ibu, mulai dari mengandung, melahirkan, hingga membesarkan anak dengan penuh kasih sayang. Kisah-kisah yang disampaikan begitu nyata, membuat sebagian jemaah menunduk, menahan haru, mengingat betapa besarnya jasa seorang ibu yang terkadang terlupakan. Khotbah itu bukan sekadar ceramah, melainkan sebuah pengingat bahwa surga berada di telapak kaki ibu, dan cara terbaik meraihnya adalah dengan berbakti dan bersyukur atas kehadirannya.
Usai salat Jumat, suasana di Masjid Jabal Nur tidak serta merta sepi. Keramaian justru bertambah, sebab rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW telah menanti. Uniknya, penceramah yang mengisi acara ini pun adalah sosok yang sama, Ustaz Muh. Anwar. HM. Tanpa mengurangi semangat, beliau kembali duduk sejajar dengan para jamaah, kali ini mengajak seluruh jemaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Ia menceritakan bagaimana Nabi Muhammad SAW. menjadi teladan sempurna dalam setiap aspek kehidupan: kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang. Maulid bukan sekadar perayaan, tetapi momen untuk kembali menumbuhkan cinta kepada Baginda Rasulullah SAW. dan berupaya mencontoh perilaku mulianya. Di tengah-tengah ceramah, terdengar salawat yang dikumandangkan bersama-sama oleh para jemaah. Suara mereka berpadu, menciptakan harmoni yang syahdu, membuat suasana semakin bergetar oleh rasa rindu kepada sang Nabi.
Kegiatan di Langkoa Bolaromang ini menjadi bukti, bahwa syiar Islam tak hanya dirayakan, tetapi juga dihidupkan dengan kebersamaan dan ilmu yang bermanfaat. Sebuah Jumat yang tak terlupakan, menjadi pengingat bagi seluruh warga Langkoa Bolaromang tentang pentingnya berbakti kepada orang tua dan mencintai Rasulullah SAW.





















