BeritaPers – Bone, 23 September 2025 – Aula MIN 4 Bone pada Selasa pagi dipenuhi semangat kebersamaan ketika para guru dari MIN 4 Sailong, MTs Sailong, dan MA Assa’adah Sailong mengikuti Workshop Penguatan Moderasi Beragama. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, yang dipercaya menjadi fasilitator sekaligus narasumber.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone melalui perwakilannya, Dr. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag., Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Moderasi Beragama merupakan program besar yang dirintis oleh Menteri Agama Dr. Lukman Hakim Saifuddin dan kini diteruskan oleh Anregurutta Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA dengan pendekatan Eko-Teologi dan Kurikulum Cinta.

“Moderasi beragama bukan sekadar wacana, tetapi jalan tengah yang perlu kita hidupkan dalam kehidupan berbangsa. Kolaborasi adalah rohnya, dan guru memiliki tanggung jawab utama untuk mewujudkannya,” ujarnya penuh semangat.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala MIN 4 Bone serta Pengawas Madrasah Bone Utara, Jamaluddin, S.Ag., M.Pd, yang menekankan pentingnya sinergi antar-madrasah dalam memperkuat praktik moderasi di lapangan.
Dalam paparannya, Dr. Muhammad Asriady menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak sekaligus teladan utama dalam menanamkan nilai moderasi. Menurutnya, peran pendidik tidak sebatas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian siswa agar menjadi generasi yang cinta tanah air, menjunjung toleransi, serta bersikap inklusif.
“Moderasi sejatinya diwujudkan lewat kolaborasi. Guru harus mampu menunjukkan bahwa perbedaan dapat dipersatukan menjadi kekuatan bersama, bukan menjadi alasan perpecahan,” ujar Asriady, yang juga tercatat sebagai fasilitator Moderasi Beragama Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah memiliki peran penting sebagai garda pelopor moderasi. Dengan semangat kebersamaan, workshop diharapkan mampu memperkuat pemahaman para guru sekaligus melahirkan generasi muda Bone yang berkarakter kuat, cinta damai, dan hidup dalam harmoni.





















