Barru — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah (UM) Barru menggelar Kajian Immamawati dengan mengangkat tema “Peran Strategis Immamawati dalam Pemberdayaan Perempuan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Rabu, 14 Januari 2026, mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai.
Kajian ini menghadirkan Immamawati Arinil Hidayah, Demisioner Kepala Bidang Immamawati PIKOM IMM Al BIRR Universitas Muhammadiyah Makassar periode 2023–2024, sebagai pemateri utama. Sementara itu, Immamawati Nida Salsabila, Kader Angkatan 17 PIKOM IMM UM Barru, dipercaya sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Arinil Hidayah menekankan pentingnya peran strategis Immamawati dalam mendorong pemberdayaan perempuan, baik di lingkungan organisasi mahasiswa maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, Immamawati tidak hanya menjadi ruang kaderisasi perempuan IMM, tetapi juga wadah pembentukan kepemimpinan, kepekaan sosial, serta penguatan kapasitas intelektual dan spiritual.
“Kader Immamawati harus mampu mengambil peran aktif sebagai agen perubahan, khususnya dalam isu-isu perempuan dan kemanusiaan. Pemberdayaan perempuan harus dimulai dari kesadaran diri, penguatan kapasitas, hingga keberanian tampil di ruang publik,” ujarnya.
Sementara itu, moderator kegiatan, Nida Salsabila, menyampaikan bahwa kajian ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi kritis sekaligus refleksi bagi kader IMM, khususnya Immamawati, agar semakin memahami posisi dan tanggung jawab strategisnya dalam organisasi.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan kader serta memotivasi Immamawati IMM UM Barru untuk terus berkontribusi aktif dalam gerakan keilmuan dan sosial,” kata Nida.
Kajian Immamawati ini mendapat antusiasme dari peserta yang berasal dari berbagai komisariat dan kader IMM. Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membahas tantangan dan peluang pemberdayaan perempuan di era saat ini.
Melalui kegiatan ini, PIKOM IMM UM Barru menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum-forum edukatif dan progresif guna memperkuat peran perempuan dalam organisasi serta mendukung terwujudnya kader IMM yang berintegritas, berkemajuan, dan berdaya saing.










