Maros – Setelah delapan tahun sukses mengelola Ranu Harapan Islamic School, Yayasan Ranu Prima kembali memperluas kiprahnya di dunia pendidikan Islam. Kali ini, yayasan tersebut resmi membuka Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIBS) yang berlokasi di Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Ketua Yayasan Ranu Harapan, Ramli Rahim, mengatakan RHIBS dijadwalkan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026–2027. Sekolah ini membuka tiga jalur penerimaan peserta didik.
“Jalur penerimaan meliputi beasiswa penuh, jalur reguler berasrama khusus siswa laki-laki, serta jalur reguler non-berasrama khusus siswa perempuan,” ujar Ramli Rahim Rabu (21/01/2026).
RHIBS mengusung konsep Tahfidzul Qur’an dengan sistem pendidikan terpadu. Sekolah ini juga memberikan jaminan kelulusan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Universitas Luar Negeri (ULN).
“Apabila siswa tidak berhasil lolos, pihak sekolah menjamin pengembalian biaya pendidikan sebesar 100 persen,” jelasnya.
Lokasi RHIBS berada di kawasan strategis, tepatnya di belakang kawasan Maccopa, Kabupaten Maros. Lokasi tersebut dinilai mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif bagi siswa, baik yang tinggal di asrama maupun non-berasrama.
Ramli Rahim menambahkan, kuota penerimaan siswa baru dibatasi sebanyak 108 orang. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pendaftaran dan mekanisme seleksi akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Kehadiran RHIBS diharapkan dapat menjadi alternatif pendidikan Islam bertaraf internasional di Sulawesi Selatan, sekaligus melanjutkan rekam jejak Ranu Harapan Islamic School yang telah berkiprah selama delapan tahun terakhir,” tutupnya










