Makassar — Kotak hitam pesawat yang ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu, 21 Januari 2026, dalam operasi pencarian kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi diserahkan kepada Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Prosesi penyerahan berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.
Black box yang terdiri atas Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) tersebut dibawa langsung dari lokasi operasi oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Penyerahan ini merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Dalam kesempatan itu, Mohammad Syafii menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh personel tim SAR gabungan yang terlibat di lapangan.
Ia menilai keberhasilan menemukan black box tidak terlepas dari dedikasi dan kerja keras tim, meski dihadapkan pada medan yang berat serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR yang telah bekerja secara profesional dan penuh dedikasi hingga berhasil menemukan black box pesawat,” ujar Mohammad Syafii.
Ia menambahkan, setelah diterima oleh Basarnas, black box tersebut akan segera diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan analisis dan investigasi lanjutan.
“Selanjutnya black box ini akan kami serahkan ke KNKT. Data yang tersimpan di dalamnya sangat penting untuk mengungkap kronologi serta penyebab kecelakaan secara komprehensif,” jelasnya.
Penyerahan black box ini menjadi tahapan krusial dalam penanganan kecelakaan pesawat. Hal tersebut sekaligus mencerminkan sinergi dan komitmen seluruh unsur terkait dalam menjalankan operasi SAR sebagai misi kemanusiaan yang dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab.










