SUPPA, PINRANG — UPT SMP Negeri 3 Suppa (SPENTIG SUPPA) terus menunjukkan komitmen dalam membangun karakter religius peserta didik melalui pembiasaan beribadah, berupa pelaksanaan Sholat Dhuha dan Sholat Dzuhur secara berjamaah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, dan menjadi bagian dari program pembinaan karakter yang terintegrasi dalam budaya sekolah.
Sejak pagi hari, seluruh peserta didik bersama guru dan tenaga kependidikan secara tertib mengikuti Sholat Dhuha berjamaah yang dipusatkan di masjid sekolah. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah pada waktu siang hari. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan khusyuk dan tertib di bawah pendampingan para guru sebagai bentuk keteladanan dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Kepala UPT SMP Negeri 3 Suppa, Chairil Anwar, S.Pd., MM, menegaskan bahwa pembiasaan ibadah berjamaah merupakan salah satu strategi utama sekolah dalam membentuk karakter peserta didik secara utuh.
“Pembiasaan Sholat Dhuha dan Sholat Dzuhur berjamaah ini kami laksanakan secara konsisten agar peserta didik terbiasa beribadah tepat waktu, memiliki kedisiplinan, serta menumbuhkan kesadaran spiritual sejak dini. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya,” ujar Chairil Anwar.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam UPT SMP Negeri 3 Suppa, Muhammad Abduh, S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan sikap dan perilaku peserta didik.
“Melalui pembiasaan ibadah berjamaah, peserta didik belajar memahami makna ibadah tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kebutuhan. Kami melihat perubahan yang cukup signifikan, terutama dalam kedisiplinan, ketenangan sikap, serta meningkatnya kesadaran untuk melaksanakan sholat tanpa harus diingatkan,” ungkap Muhammad Abduh.
Selain memperkuat nilai religius, kegiatan ibadah berjamaah ini juga menjadi sarana menumbuhkan kebersamaan dan rasa persaudaraan antarwarga sekolah. Guru dan siswa melaksanakan ibadah dalam satu saf sebagai simbol persamaan, kebersamaan, dan saling menghormati.
Program pembiasaan ini sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Dengan pelaksanaan yang berkesinambungan, SPENTIG SUPPA berharap mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepribadian yang religius.
Ke depan, SPENTIG SUPPA berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembiasaan positif lainnya guna mewujudkan lingkungan sekolah yang religius, aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik. (MLP)










