BERITAPERS || MAKASSAR — Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI), Theo L. Sambuaga, memberikan sinyal optimisme besar bagi masa depan olahraga tenis di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya pada acara Pengukuhan Pengurus Provinsi BAVETI Sulsel Masa Bakti 2025-2030 di Hotel Claro Makassar, Senin (9/2/2026), sosok tokoh nasional ini memberikan apresiasi sekaligus tantangan bagi nakhoda baru, Julius Yunus Tedja.

Theo L. Sambuaga menegaskan keyakinannya bahwa estafet kepemimpinan yang kini dipegang oleh Julius Yunus Tedja akan membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
“Saya sangat yakin, di bawah kepemimpinan Julius Yunus Tedja, BAVETI Sulawesi Selatan akan terus meningkatkan pencapaian yang telah dirintis oleh pengurus sebelumnya. Potensi di daerah ini besar, dan kepemimpinan yang baru akan menjadi motor penggerak utamanya,” ujar Theo di hadapan para pengurus dan atlet veteran.
Lebih jauh, Theo L. Sambuaga memaparkan filosofi mendalam yang menjadi landasan organisasi BAVETI. Ia menekankan bahwa organisasi ini bukan sekadar tentang menang dan kalah di lapangan, melainkan tentang kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang telah memasuki usia matang.
“Motto BAVETI adalah latihan, silaturahmi, dan persahabatan untuk tetap segar, sehat, dan bugar. Inilah yang terus kita kembangkan. BAVETI hadir secara khusus untuk membina dan mewadahi para petenis yang telah berusia 35 tahun ke atas agar tetap memiliki gaya hidup aktif,” jelasnya.
Menurut Theo, menjaga kebugaran di usia veteran adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi bangsa, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat jejaring sosial melalui olahraga.
Dalam kesempatan tersebut, Theo juga mempertegas posisi BAVETI dalam peta olahraga nasional. Ia menggarisbawahi bahwa BAVETI memiliki karakteristik yang berbeda dengan induk organisasi olahraga prestasi pada umumnya.
“Kita harus pahami bahwa BAVETI bukan organisasi olahraga prestasi, melainkan organisasi olahraga masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) menjadi sangat krusial,” tegas Theo.
Penegasan ini sekaligus menjadi instruksi bagi pengurus BAVETI Sulsel yang baru dilantik agar selalu bersinergi dengan KORMI di tingkat daerah. Fokus utamanya adalah bagaimana mengajak sebanyak mungkin masyarakat veteran untuk kembali ke lapangan tenis, menjaga keguyuban, dan membangun budaya sehat yang berkelanjutan.
Kehadiran Theo L. Sambuaga dalam pengukuhan ini menjadi bukti betapa pentingnya posisi Sulawesi Selatan dalam struktur BAVETI nasional. Ia berharap spirit “Segar, Sehat, dan Bugar” yang ia gaungkan dapat diterjemahkan oleh Julius Yunus Tedja melalui program-program nyata, termasuk pengaktifan pengurus cabang di tingkat kabupaten dan kota.
Acara pengukuhan ditutup dengan pesan hangat dari Theo, yang mengingatkan bahwa di dalam BAVETI, raket tenis bukan hanya alat olahraga, melainkan instrumen untuk merajut persahabatan yang tak lekang oleh waktu.
Penulis: Rafiuddin | Editor: Kemal | Admin: Rafiuddin






















Discussion about this post