BERITAPERS || MAKASSAR — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV menggelar Rapat Kerja Pimpinan Yayasan dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan visi besar: “Transformasi Perguruan Tinggi Swasta melalui Peningkatan Mutu Riset, Inovasi dan Tata Kelola Berintegritas, dalam rangka mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak”.
Perhelatan strategis ini berlangsung di Hotel Claro Makassar, Selasa (10/2/2026), dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi pimpinan perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI XIV.
Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh pendidikan tinggi, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd., M.Ed., M.Phil (Oxon), Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., Sekretaris Perkumpulan Perguruan Tinggi Swasta Papua,Sekretaris Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Swasta dan Yayasan se-Tanah Papua (PPPTS-TP) Dr. Rosiyati MH. Thamrin, SE., MM., MH., Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV (Papua dan Papua Barat) Yogi Murwanto, S.Pd., M.M.. serta para Ketua Yayasan dan Rektor PTS dari enam provinsi di wilayah Papua.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, Dr. Suriel Mofu memberikan apresiasi atas progres signifikan yang telah diraih oleh PTS di wilayahnya. Ia memaparkan bahwa potret mutu pendidikan tinggi di Papua kini semakin kompetitif.
“Jika kita melihat dari sisi akreditasi, saat ini sekitar 98 persen institusi dan program studi di lingkungan LLDIKTI XIV telah terakreditasi. Sebagian lainnya saat ini sedang dalam proses reakreditasi untuk meningkatkan status mereka,” ungkap Dr. Suriel Mofu.
Namun, ia tidak memungkiri bahwa perjalanan masih panjang. “Banyak kemajuan yang telah kita capai, namun tidak sedikit tantangan, rintangan, dan persoalan yang masih harus kita tuntaskan bersama,” tambahnya.
Salah satu agenda krusial dalam rapat kerja ini adalah Penandatanganan Perjanjian Kinerja antara Kepala LLDIKTI XIV dengan para pimpinan PTS. Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai entitas yang “berdampak” baik bagi mahasiswa, industri, maupun pembangunan daerah.
Perjanjian ini diharapkan menjadi daya dorong (driving force) bagi pimpinan perguruan tinggi untuk bekerja lebih terukur dalam mencapai target-target kinerja yang telah disepakati, mulai dari penguatan riset hingga tata kelola yang transparan dan berintegritas.
Menutup arahannya, Dr. Suriel Mofu menekankan pentingnya sinergi antara LLDIKTI dan Perkumpulan Perguruan Tinggi Swasta Papua dalam menghasilkan rumusan kebijakan yang komprehensif.
“Saya berharap rapat kerja ini dapat menghasilkan rumusan matang pada tatanan LLDIKTI dan perkumpulan PTS. Rumusan ini harus diibaratkan sebagai ‘pukat’ yang kuat, yang mampu menjaring semua potensi dan memastikan tidak ada satu pun aspek peningkatan mutu yang lolos atau terabaikan,” tegas lulusan Universitas Oxford tersebut.
Melalui rapat kerja ini, LLDIKTI XIV optimis bahwa PTS di wilayah Papua dan Papua Barat akan mampu bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik yang tidak hanya mengejar status akreditasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat di Bumi Cendrawasih.
Penulis: Rafiuddin | Editor: Kemal | Admin: Rafiuddin






















Discussion about this post