BERITAPERS || Makassar – Rabu, 11 Maret 2026. Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dijalankan di RW 04 Kelurahan Kunjung Mae mulai menunjukkan hasil positif. Melalui Bank Sampah Pesona Mulia yang dibentuk oleh pengurus RT/RW setempat, program ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga mulai memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Ketua RW 04 Kunjung Mae, Thohad Hasli, mengungkapkan bahwa sejak Februari 2026 pihaknya telah melakukan beberapa kali penimbangan sampah hasil pemilahan warga. Sampah tersebut kemudian disalurkan dan dijual ke Bank Sampah Pusat Pemerintah Kota Makassar.
“Sejak Februari kami sudah melakukan empat kali penimbangan sampah yang dipilah oleh warga. Totalnya mencapai ratusan kilogram dan seluruhnya dikirim ke Bank Sampah Pusat Pemkot Makassar,” ujar Thohad, Selasa (10/3).
Ia merinci, pada penimbangan pertama yang dilakukan pada 21 Februari tercatat sebanyak 62 kilogram sampah. Selanjutnya pada 27 Februari sebanyak 52 kilogram, kemudian 57 kilogram pada 4 Maret, dan 59 kilogram pada 10 Maret 2026.
Dari total hasil penimbangan tersebut, nilai penjualan sampah diperkirakan mencapai sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu. Meski demikian, pihaknya mengaku masih menunggu proses pencairan dari Bank Sampah Pusat untuk mengetahui jumlah pasti yang akan diterima.
“Kami belum mengetahui nominal pastinya karena masih menunggu pencairan dari Bank Sampah Pusat. Namun estimasi sementara berkisar di angka Rp800 ribuan,” jelasnya.
Thohad menegaskan bahwa pengelolaan bank sampah ini akan terus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil dari pengelolaan bank sampah nantinya akan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kebutuhan lingkungan di wilayah tersebut.
“Ke depan, hasilnya akan dikembalikan kepada warga dalam bentuk kegiatan sosial, seperti pembagian takjil, kegiatan kemasyarakatan, hingga mendukung perayaan Hari Kemerdekaan,” tambahnya.
Dalam menjalankan program ini, pengurus RW turut melibatkan delapan ketua RT di wilayah RW 04 yang berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah tangga.
Untuk mempermudah proses pengumpulan, kantong-kantong sampah ditempatkan di depan rumah warga serta di beberapa restoran di sekitar wilayah tersebut. Sampah yang terkumpul kemudian dibersihkan, dipilah, dan dipres sebelum disalurkan ke Bank Sampah Pusat.
Selain itu, sekitar 20 persen dari hasil penjualan sampah juga dialokasikan untuk mendukung operasional petugas yang bertugas mengumpulkan dan melakukan proses pemilahan sampah.
Ke depan, pengurus Bank Sampah RW 04 Kunjung Mae juga berencana mengembangkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satunya adalah pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami maupun pupuk cair.
Melalui program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus menjadikan lingkungan RW 04 Kelurahan Kunjung Mae lebih bersih, sehat, dan produktif secara ekonomi. (MLP)










