BeritaPers || Gowa- Bolaromang Transformasi digital dalam dunia pendidikan kini kian merata hingga ke wilayah pedesaan. Hal tersebut dibuktikan oleh MTs Ma’arif Bolaromang yang berhasil menyelenggarakan Ujian Madrasah berbasis Android, menggantikan metode konvensional berbasis kertas. Sejak pagi hari, suasana madrasah tampak berbeda dari biasanya. Para siswa hadir lebih awal dengan membawa perangkat masing-masing, mengikuti arahan pengawas dengan tertib, sementara panitia memastikan sistem berjalan lancar tanpa kendala teknis. Ketika ujian dimulai, ruang kelas dipenuhi keheningan yang teratur, hanya terdengar sentuhan jari pada layar gawai sebagai tanda berlangsungnya proses evaluasi berbasis digital.
Para siswa terlihat antusias sekaligus percaya diri dalam mengoperasikan perangkat digital untuk menjawab soal, mencerminkan peningkatan literasi teknologi yang signifikan di lingkungan madrasah. Inisiatif ini menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan di Desa Bolaromang, sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan geografis tidak lagi menjadi penghalang dalam mengadopsi sistem pendidikan modern yang adaptif dan inovatif.
Keberhasilan penerapan sistem ini tidak terlepas dari peran Operator Madrasah, Ismarianto, S.Pd., yang menjadi penggagas sekaligus pengembang ujian berbasis Android tersebut. Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lokal, sistem dirancang agar tetap stabil meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan. Ia bersama tim juga melakukan serangkaian uji coba sebelum pelaksanaan, guna memastikan kesiapan perangkat, jaringan, serta kemampuan siswa dalam menggunakan aplikasi ujian. Selain meningkatkan efektivitas pelaksanaan ujian, inovasi ini mampu menekan biaya operasional, khususnya dalam pengadaan dan distribusi kertas, serta mempercepat proses pengolahan nilai secara otomatis dan akurat.
Ismarianto, S.Pd. menyampaikan bahwa digitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mempersiapkan siswa menghadapi era industri 4.0 yang menuntut penguasaan teknologi. Ia menegaskan bahwa melalui sistem yang dikembangkan secara mandiri, hasil ujian dapat diperoleh secara lebih objektif, transparan, dan efisien. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan fitur pengamanan yang membatasi akses ke aplikasi lain selama ujian berlangsung, sehingga integritas akademik tetap terjaga. Bahkan, hasil ujian dapat langsung direkap oleh sistem, memungkinkan guru untuk segera melakukan analisis capaian belajar siswa secara lebih cepat dan tepat.
Pelaksanaan ujian berbasis digital ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Sejumlah siswa mengaku lebih nyaman karena tidak perlu lagi khawatir terhadap kesalahan pengisian lembar jawaban seperti pada sistem manual. Di sisi lain, orang tua murid memberikan apresiasi atas langkah inovatif madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak mereka. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat citra Desa Bolaromang sebagai wilayah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain di daerah terpencil untuk terus berinovasi dalam memajukan sistem pembelajaran berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan.





















Discussion about this post