BERITAPERS || Sidrap _Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Pelatihan dan Edukasi Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (04/08).
Penanggung jawab program Pelatihan dan Edukasi Pembuatan Lubang Resapan Biopori Megawati Program Studi Akuntansi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air di lingkungan sekitar. Menurutnya, penerapan lubang resapan biopori merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan apabila dilakukan secara berkelanjutan.
Pada kegiatan ini, masyarakat diberikan edukasi mengenai cara pembuatan lubang resapan biopori menggunakan galon bekas. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori. Masyarakat diperlihatkan tahapan pembuatan mulai dari menyiapkan alat dan bahan, membuat lubang pada galon, menanam galon ke dalam tanah, hingga cara perawatannya agar tetap berfungsi dengan baik. Melalui praktik ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pembuatan lubang resapan biopori secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidenreng Rappang, Parasang, S.IP., M.M., turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Beliau menyampaikan bahwa pembuatan lubang resapan biopori merupakan solusi sederhana dalam mengelola sampah organik rumah tangga sekaligus meningkatkan resapan air.
“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan pembuatan lubang resapan biopori di rumah masing-masing sehingga sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, lingkungan menjadi lebih bersih, dan risiko genangan air dapat berkurang,” ujarnya.
Melalui program Pelatihan dan Edukasi Pembuatan Lubang Resapan Biopori, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Batu Lappa dapat menerapkan kebiasaan mengelola sampah organik melalui lubang resapan biopori.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu mengurangi genangan air dan menghasilkan kompos, tetapi juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan sebagai langkah sederhana dalam menghadapi perubahan iklim.





















Discussion about this post