BERITAPERS || PINRANG – Komitmen membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Pinrang. Hal itu ditunjukkan melalui kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pinrang dalam menggelar Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di UPT SDN 1 Pinrang, Kecamatan Watang Sawitto, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung keberlanjutan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan menyasar pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja Moenta, S.Sos., hadir sekaligus membuka kegiatan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga mencakup pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pendidikan bukan hanya soal akademis, tetapi juga pembentukan karakter hidup bersih dan sehat. Kolaborasi bersama Dinas Kesehatan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan anak-anak kita tumbuh di lingkungan sekolah yang sehat,” ujar Andi Matjtja Moenta.
Kampanye CTPS tersebut diisi dengan edukasi kesehatan serta praktik langsung kepada para siswa. Tim Dinas Kesehatan memberikan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, sekaligus memperagakan enam langkah mencuci tangan yang benar.
Para peserta didik kemudian diarahkan untuk mempraktikkan tahapan mencuci tangan secara tepat. Metode praktik langsung tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa mencuci tangan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari perilaku hidup bersih yang perlu diterapkan secara konsisten.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kebersihan di lingkungan satuan pendidikan. Warga sekolah didorong untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memanfaatkan fasilitas sanitasi, khususnya sarana tempat cuci tangan, secara optimal.
Sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara lebih baik. Sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat membangun kebiasaan positif yang dapat dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan CTPS secara konsisten diharapkan mampu menjadi kebiasaan yang melekat pada peserta didik, baik sebelum dan sesudah melakukan aktivitas tertentu maupun setelah bersentuhan dengan berbagai benda dan lingkungan.
Lebih jauh, edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun di rumah serta mengajak anggota keluarga dan lingkungan sekitar untuk membangun pola hidup yang lebih bersih dan sehat.
Kolaborasi Disdikbud dan Dinkes Kabupaten Pinrang melalui Kampanye CTPS menjadi langkah konkret dalam memperkuat pesan GERMAS di lingkungan pendidikan sekaligus menanamkan kesadaran kesehatan kepada generasi muda sejak dini. (MLP.










