BERITAPERS || SINJAI — Persoalan sampah di kawasan pasar menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar Posko 05 Desa Sanjai. Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung setiap hari, sampah yang tidak tertangani berpotensi mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN 79 mengambil langkah sederhana namun konkret. Mereka menyediakan tempat sampah sekaligus membuat fasilitas pembakaran sampah di kawasan Pasar Dumme, Desa Sanjai, Selasa (15/9/2026).
Fasilitas tersebut dihadirkan untuk membantu pedagang dan masyarakat membuang serta mengelola sampah yang dihasilkan dari aktivitas di kawasan pasar. Kehadiran tempat sampah diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan yang selama ini menjadi salah satu persoalan di lingkungan pasar.
Mahasiswa KKN terlibat langsung dalam proses penyediaan fasilitas tersebut. Mereka tidak hanya melihat persoalan kebersihan dari luar, tetapi berupaya menghadirkan solusi yang dapat digunakan masyarakat secara langsung.
Selain tempat sampah, mahasiswa juga menyediakan fasilitas pembakaran untuk membantu menangani sampah yang telah terkumpul. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sederhana dalam membangun pola pengelolaan sampah di lingkungan pasar.
Bagi mahasiswa KKN, kebersihan pasar tidak semata-mata berkaitan dengan estetika lingkungan. Pasar merupakan ruang publik yang setiap hari menjadi tempat bertemunya pedagang dan masyarakat. Karena itu, kondisi kebersihannya turut menentukan kenyamanan warga yang beraktivitas di dalamnya.
Kordes KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 05 Desa Sanjai, Muh. Nurdiansyah, mengatakan penyediaan fasilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya membantu masyarakat menghadapi persoalan sampah di kawasan pasar.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pedagang dan masyarakat. Yang paling penting adalah membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan pasar merupakan tanggung jawab kita semua,” ujar Muh. Nurdiansyah.
Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut tidak berhenti sebagai program kerja selama masa KKN. Setelah mahasiswa meninggalkan Desa Sanjai, tempat sampah dan fasilitas pengelolaan yang telah dibuat diharapkan tetap dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Menurutnya, menjaga kebersihan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Mahasiswa dapat menyediakan fasilitas dan menginisiasi gerakan kebersihan, tetapi keberlanjutannya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk menggunakan serta merawat fasilitas tersebut.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari cara mahasiswa menerjemahkan pengabdian ke dalam aksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Bukan melalui program yang besar dan kompleks, tetapi lewat langkah sederhana yang menyentuh kebutuhan lingkungan secara langsung.
Pasar Dumme menjadi salah satu ruang yang dipilih mahasiswa KKN 79 untuk menghadirkan kontribusi tersebut. Dengan tersedianya tempat sampah dan fasilitas pengelolaan, mereka berharap kebiasaan menjaga kebersihan dapat tumbuh secara perlahan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Pada akhirnya, kebersihan pasar bukan hanya tentang siapa yang menyediakan tempat sampah, tetapi tentang bagaimana fasilitas tersebut digunakan dan dijaga secara bersama-sama. Di titik inilah mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar berupaya meninggalkan lebih dari sekadar fasilitas yakni kesadaran bahwa lingkungan yang bersih lahir dari kepedulian dan kebiasaan yang dilakukan bersama.










