BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan pendidikan. Warga bersama jajaran SDN 62 Lanrisang, Kabupaten Pinrang, bahu-membahu melaksanakan kerja bakti menata halaman sekolah melalui pekerjaan pengecoran beton.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kemajuan sekolah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga tumbuh dari kepedulian, partisipasi, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Sejak proses persiapan hingga pelaksanaan pengecoran, warga, pihak sekolah, serta keluarga besar sekolah terlibat secara langsung. Kegiatan dipimpin Kepala SDN 62 Lanrisang, Sappe, S.Pd., bersama warga dan orang tua siswa dalam suasana penuh kekeluargaan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari pengurus Komite SDN 62 Lanrisang. Pelaksanaan pekerjaan pengecoran halaman sekolah mendapat dukungan dari Ketua Komite, Riskal, SH, bersama Bendahara Komite, Hj. Nurmiati.
Keterlibatan pengurus komite tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pihak sekolah, komite, orang tua siswa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.
Kepala SDN 62 Lanrisang, Sappe, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, orang tua siswa, serta pengurus komite yang telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian masyarakat, orang tua siswa, serta pengurus komite yang ikut mendukung dan bergotong royong dalam pekerjaan pengecoran halaman sekolah ini. Bagi kami, dukungan seperti ini sangat berarti karena sekolah merupakan bagian dari masyarakat. Ketika sekolah, komite, orang tua, dan masyarakat bersatu, pekerjaan yang berat dapat terasa lebih ringan,” ujar Sappe.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pekerjaan pembangunan fisik halaman sekolah, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata bagi peserta didik mengenai pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.
“Anak-anak juga bisa melihat secara langsung bahwa membangun lingkungan yang baik membutuhkan kebersamaan. Nilai inilah yang ingin terus kami tanamkan kepada mereka, bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar di dalam kelas, tetapi juga tempat belajar tentang kehidupan dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Kerja bakti tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan antara sekolah dan masyarakat. Kehadiran warga, orang tua siswa, serta dukungan komite dalam pekerjaan fisik sekolah menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Bagi SDN 62 Lanrisang, setiap pembenahan yang dilakukan di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Halaman yang lebih tertata dan diperkuat dengan pengecoran diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas sekolah serta memberikan suasana yang lebih nyaman bagi peserta didik dan tenaga pendidik.
Di tengah berbagai keterbatasan, semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menghadirkan perubahan. Dukungan komite melalui Riskal, SH dan Hj. Nurmiati, bersama keterlibatan warga, orang tua siswa, serta jajaran sekolah, menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan pendidikan dapat dilakukan melalui sinergi berbagai pihak.
Lebih dari sekadar beton yang dicor, kerja bakti tersebut menyimpan makna tentang kebersamaan. Dari tangan-tangan warga, orang tua siswa, pengurus komite, dan keluarga besar sekolah, tumbuh sebuah pesan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Gotong royong menjadi bukti bahwa ketika sekolah dan masyarakat berjalan beriringan, keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan perubahan. Sebab, pembangunan pendidikan tidak hanya dibangun dengan anggaran dan fasilitas, tetapi juga dengan kepedulian, keikhlasan, partisipasi, serta semangat kebersamaan. (MLP)










