BERITAPERS || PINRANG — Penguatan kompetensi pendidik menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Hal tersebut menjadi perhatian Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Ridwan, S.Pd., dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran Gugus 8 Kabupaten Pinrang.
Kegiatan yang berlangsung di UPT SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Lasinrang tersebut resmi ditutup pada Kamis (24/9/2026) oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja, S.Sos. Dalam penutupan itu, Andi Matjtja didampingi Ridwan.
Bimtek tersebut diikuti para pendidik dari sejumlah lembaga pendidikan nonformal yang tergabung dalam Gugus 8, yakni Tutor UPT SPNF SKB Lasinrang, Tutor PKBM Tahfidzul Qur’an Annaja, dan Tutor PKBM Bukit Indah.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan media dan platform digital untuk menunjang proses pembelajaran. Para tutor juga dibekali strategi dalam mengintegrasikan teknologi secara tepat sehingga pembelajaran dapat berlangsung lebih interaktif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Ridwan menegaskan, digitalisasi pembelajaran tidak cukup hanya dengan penguasaan perangkat teknologi. Menurutnya, kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam metode pembelajaran menjadi hal yang tidak kalah penting.
“Digitalisasi pembelajaran harus diikuti dengan peningkatan kompetensi pendidik. Teknologi bukan sekadar alat, tetapi harus dimanfaatkan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Ridwan.
Ia berharap materi yang diperoleh selama Bimtek dapat diterapkan secara nyata oleh para tutor di lembaga masing-masing, sehingga kegiatan pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi berlanjut pada perubahan dan penguatan kualitas proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Pinrang Andi Matjtja, S.Sos., menekankan pentingnya kemampuan pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, transformasi digital merupakan bagian dari tuntutan pendidikan modern yang harus direspons melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan harus kita dorong secara berkelanjutan. Pendidik perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran, sehingga pendidikan kita tetap relevan dengan perkembangan zaman,” kata Andi Matjtja.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas tutor pendidikan nonformal memiliki posisi penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Karena itu, hasil yang diperoleh dari kegiatan Bimtek diharapkan dapat diimplementasikan dan dikembangkan di masing-masing lembaga.
Menurut Andi Matjtja, teknologi pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi peserta didik dan mendukung terciptanya proses belajar yang lebih efektif.
“Yang kita harapkan bukan hanya tutor memahami teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam proses pembelajaran dan membantu meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” lanjutnya.
Kegiatan Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran Gugus 8 tersebut kemudian ditutup secara resmi. Para peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan di lingkungan pendidikan masing-masing.
Melalui penguatan kompetensi digital tersebut, Disdikbud Pinrang mendorong pendidik pendidikan nonformal untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan adaptif di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. (MLP)










