BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — SD Negeri 61 Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, menggelar kegiatan yasinan pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai religius serta memperkuat pendidikan karakter peserta didik sejak usia dini.
Kegiatan yasinan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an, meningkatkan kesadaran spiritual, serta membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Kepala SD Negeri 61 Lanrisang, Andi Haslinda, S.Pd.,SD.,M.Pd, menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari sikap, perilaku, dan akhlak peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan yasinan ini, kami berharap para siswa semakin mencintai Al-Qur’an, memahami pentingnya nilai-nilai keagamaan, serta tumbuh menjadi anak-anak yang berakhlak mulia, menghormati orang tua dan guru, dan mampu menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia berharap pembiasaan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa, sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan formal dan pembinaan moral.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai kebaikan sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan anak. Pendidikan yang diimbangi dengan pembinaan spiritual diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Sementara itu, Risda Sinring, S.Pd., guru pembimbing kegiatan, menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan yasinan di SD Negeri 61 Lanrisang.
Kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah memiliki arti penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Melalui pembiasaan positif, siswa diharapkan mampu memahami bahwa nilai-nilai agama tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti berkata jujur, menghargai sesama, disiplin, dan saling membantu.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, yasinan menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual dalam proses pendidikan.
Dengan semangat tersebut, SD Negeri 61 Lanrisang diharapkan terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang religius, berkarakter, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.
Sebab, pendidikan yang bermakna bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki hati nurani, menjunjung tinggi nilai moral, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. MLP)










