BERITAPERS || Parepare – Ketua LIDIK PRO Parepare, Ismail Waru, menyampaikan ceramah tarawih di Masjid Seykh Abdullah Mandar pada malam ke-13 Ramadhan. Dalam ceramah bertema “Ramadhan Sejuta Pesona”, ia menekankan pentingnya pengendalian diri dan meningkatkan ketakwaan selama bulan suci ini.
“Sejak bumi dan langit diciptakan, Allah telah menetapkan 12 bulan dalam setahun, dan satu di antaranya adalah Ramadhan yang memiliki keistimewaan luar biasa,” ujar Ismail Waru, mengutip firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 36:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At-Taubah: 36).
Ia menjelaskan bahwa Ramadhan datang tanpa diminta, membawa sejuta pesona dan manfaat bagi kehidupan manusia. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi Training Manajemen Syahwat agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya.
“Syahwat bisa membutakan mata hati dan pikiran, membuat yang halal menjadi haram, dan yang haram menjadi halal. Maka Ramadhan adalah bentuk kasih sayang Allah, agar kita dapat mengikuti latihan pengendalian diri ini secara intensif dan berulang setiap tahun,” lanjutnya.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari), ia mengajak jamaah untuk memperbanyak ibadah, shalat wajib tepat waktu, shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Suasana penuh kekhusyukan tampak dari para jamaah yang menyimak ceramah dengan penuh perhatian. Beberapa di antaranya terlihat tersentuh saat Ismail Waru mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa menjamin apakah seseorang masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan di tahun berikutnya.
“Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa makna. Gunakan waktu ini untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” tutupnya.
Ceramah tarawih malam ke-13 ini diakhiri dengan shalat tarawih berjamaah. Diharapkan, pesan yang disampaikan dapat memberikan motivasi bagi jamaah untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadhan sebaik mungkin dengan meningkatkan ibadah dan introspeksi diri. (FHK)










