“Ini bukan cuma dukungan moral, ini namanya investasi! Kami bangga melihat nyali dan kemandirian mereka. Karya-karya ini inovatif dan berdaya saing, enggak malu-maluin, malah bikin kita optimis masa depan ekonomi ada di tangan mereka,” ujar Dr. Ibrahim Syah, seolah baru saja menemukan harta karun di antara produk-produk lokal. Aksi “borong” pimpinan kampus ini sontak menjadi vitamin mental yang sangat berharga bagi para mahasiswa.
Satu Semester Kurang, Adrianah Minta Expo Tiap Bulan!
Dukungan penuh juga datang dari BEM dan UKM kampus yang bekerja keras sebagai panitia pelaksana. Mereka tidak hanya memastikan kelancaran acara, tetapi juga menambah kegilaan dengan berbagai kegiatan pendukung yang sukses memeriahkan suasana.

Melihat kesuksesan yang “menggigit” ini, Adrianah langsung membuat pernyataan yang lebih ambisius. Beliau berharap Expo ini tidak hanya dilakukan dua kali dalam satu semester. “Kalau bisa, satu bulan sekali! Ini adalah pit-stop wajib bagi kreativitas dan jiwa entrepreneur mahasiswa. Kita harus panaskan mesin bisnis mereka secara rutin!” serunya berapi-api.
Melalui ‘pesta’ kreativitas ini, STIMI YAPMI Makassar tak hanya membuktikan diri sebagai kampus pencetak IPK tinggi, tapi juga pabrik pengusaha muda yang siap bertarung di dunia nyata. Mereka menegaskan komitmen: di sini, kuliah tidak hanya soal teori, tapi juga soal delivery produk yang kualitasnya bikin geleng-geleng kepala.






















Discussion about this post