“Cara penyampaiannya itu loh, santai tapi langsung masuk ke otak. Gayanya juga asyik, tidak kaku seperti pemateri-pemateri yang biasa saya lihat,” celetuk salah satu peserta yang tampak terkesima. Lain lagi dengan komentar dari peserta lainnya, “Awalnya saya agak skeptis dengan istilah hypno-hypno ini. Tapi melihat Coach Anwar berbicara, jadi tertarik. Nada bicaranya itu menenangkan, tapi isinya daging semua.” Pujian demi pujian terus mengalir untuk Coach Anwar, yang berhasil memukau peserta dengan gaya komunikasinya yang sederhana, lugas, namun sangat persuasif.
Tibalah saat yang paling mencengangkan. Coach Anwar meminta Bapak Camat untuk maju ke depan. Dengan senyum misterius, Coach Anwar meminta beliau mengeluarkan sebatang rokok kesayangannya. Rokok itu kemudian diserahkan kepada Ibu Harianti Rachman, sang istri tercinta. Di bawah tatapan mata puluhan peserta yang penasaran, Coach Anwar memberikan sugesti kepada Ibu Harianti untuk membakar ujung rokok tersebut (tentu saja tidak benar-benar dibakar).
“Sekarang, Ibu, sulutkan rokok ini ke tangan Bapak,” instruksi Coach Anwar dengan nada tenang. Ibu Harianti dengan sedikit ragu menempelkan ujung rokok yang tidak menyala itu ke telapak tangan sang suami. Ajaib! Dalam hitungan ketiga, Bapak Camat spontan menarik tangannya dengan ekspresi kesakitan yang dibuat-buat namun tampak meyakinkan. “Aduh! Panas! Panas sekali!” serunya sambil mengibas-ngibaskan tangannya, padahal jelas-jelas rokok itu dingin tak berasap.
Sontak, aula dipenuhi sorak sorai dan tawa keheranan. Coach Anwar kemudian menjelaskan bahwa apa yang dialami Bapak Camat adalah demonstrasi kekuatan pikiran bawah sadar. Sugesti yang diberikan telah diterima oleh pikiran Bapak Camat seolah-olah rokok itu benar-benar membakar tangannya. “Ini membuktikan bahwa pikiran kita memiliki kekuatan yang luar biasa, termasuk dalam mengubah kebiasaan buruk seperti merokok,” tegas Coach Anwar.
Tak ingin ada anggapan bahwa demonstrasi tadi telah diatur, Coach Anwar kemudian melakukan beberapa simulasi hypnosis kepada peserta yang dipilih secara acak. Ada yang tiba-tiba the berubah menjadi air putih karena sugestinyang diberikan agar anaknya dapat menjadi seputih air jernih, ada yang tak bisa melepaskan yang dianggapnya sesuatu yang disukainya, dan berbagai fenomena unik lainnya. “Ini semua murni sugesti. Tidak ada paksaan, tidak ada trik sulap. Hypnosis adalah ilmu yang bisa dipelajari dan sama sekali tidak berbahaya jika dilakukan oleh ahlinya,” jelas Coach Anwar, berusaha meluruskan berbagai persepsi keliru tentang hypnosis. Para peserta pun memberikan komentar positif atas simulasi tersebut. “Saya awalnya takut, tapi ternyata seru dan bikin penasaran,” ujar salah seorang ibu muda yang baru saja menjadi “korban” sugesti tidak habis pikir kenapa air bisa berubah menjadi susu.





















Discussion about this post