“Kalau tidak ada yang menegur seperti ini, biasanya kami mengira semuanya berjalan baik-baik saja. Tapi dengan diskusi seperti ini, kami justru bersyukur karena bisa menjadi bahan introspeksi dan perbaikan,” ujar Sahrul.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Pegadaian Parepare memiliki enam outlet, yaitu di Cabang utama, Sumpang, Jalan Jenderal Sudirman, Lapadde, outlet weekend, dan Suppa. Meskipun belum menambah jumlah outlet, layanan terus dikembangkan melalui digitalisasi.
“Nasabah bisa melakukan transaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital. Tapi kenyataannya, masih banyak yang lebih nyaman datang langsung ke outlet. Kami juga sudah mengedukasi soal pembayaran di Indomaret atau Alfamart, namun pilihan tetap di tangan masyarakat,” jelasnya.
Audiensi ini ditutup dengan harapan agar komunikasi antara masyarakat dan lembaga layanan publik seperti Pegadaian tetap terjalin secara terbuka dan produktif.
Usai dari Pegadaian, rombongan LIDIK PRO melanjutkan kunjungan ke Dinas Tenaga Kerja dan disambut oleh Andi Sunra, staf penyusun pengembangan ekonomi.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen LIDIK PRO untuk terus menjadi mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam memperkuat layanan publik yang transparan dan berkualitas. (MLP)










