Guru MA Biharul Ulum Ma’arif Suppa, Amin Rahim, menilai bahwa santri masa kini harus siap menghadapi tantangan global dengan keterampilan abad ke-21. “Santri tidak boleh gagap teknologi. Justru mereka harus mampu memanfaatkan kemajuan digital sebagai sarana dakwah dan pembelajaran yang produktif,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti Hari Santri menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren dan madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang religius dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif Suppa, Arifuddin, memberikan apresiasi atas partisipasi jajarannya dalam peringatan Hari Santri Nasional di tingkat kabupaten. Menurutnya, kegiatan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pendidik dan peserta didik madrasah untuk terus menjaga nilai-nilai luhur pesantren.
“Santri adalah pilar keberlanjutan bangsa. Mereka bukan hanya pembelajar agama, tetapi juga agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan dan kemajuan,” ungkap Arifuddin.
Ia berharap semangat Hari Santri mampu menginspirasi peserta didik MA Biharul Ulum Ma’arif Suppa untuk menyeimbangkan ilmu, iman, dan amal, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Madrasah akan terus menanamkan nilai-nilai keikhlasan, disiplin, dan semangat kebangsaan agar santri kami menjadi generasi yang tangguh dan bermanfaat,” tambahnya.
Kehadiran MA Biharul Ulum Ma’arif Suppa dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Pinrang mencerminkan komitmen madrasah dalam memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik. Dengan dukungan para guru dan pimpinan madrasah, semangat Resolusi Jihad terus dihidupkan dalam konteks modern—melahirkan santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.










