Kaca depan dan belakang mobil korban pecah akibat pukulan yang cukup keras dari para pelaku. Selain itu, bodi samping kanan mobil juga mengalami penyok akibat hantaman benda tumpul yang digunakan oknum demonstran.
Insiden ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik pada kendaraan, tetapi juga mengakibatkan hilangnya barang pribadi milik korban. Sebuah jam tangan milik Aisyah dilaporkan ikut raib dalam kekacauan tersebut, diduga ditarik oleh salah satu pelaku saat kejadian berlangsung.
Korban langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Polisi dari wilayah hukum setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak kampus UMI maupun koordinator aksi terkait keterlibatan mahasiswa dalam insiden ini. Namun, aparat keamanan masih terus menyelidiki dan mengidentifikasi pelaku pengrusakan.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku resah dan khawatir dengan potensi kerusuhan yang bisa terjadi saat demonstrasi tidak terkendali. Mereka berharap pihak kepolisian dan kampus dapat bersinergi dalam menjaga ketertiban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut. Polisi masih mendalami motif serta mencari bukti-bukti tambahan guna menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.










