Tak ada satu pun peserta yang terlihat jenuh atau bosan. Justru sebaliknya, mata mereka terpaku pada Coach Anwar, antusias menyimak setiap analogi dan contoh yang disampaikan dengan begitu sederhana namun memukau. Beliau tak hanya mengajar, tetapi juga menghibur, menginspirasi, dan secara ajaib membuat konsep-konsep kompleks menjadi mudah dicerna. Energi positifnya menular, menciptakan suasana belajar yang dinamis dan penuh semangat. Ini adalah bukti nyata bahwa seorang pendidik bisa menjadi motivator ulung, yang mampu membuat peserta betah berlama-lama menyerap ilmu.
Setelah sesi pemaparan yang memukau, beberapa komentar menarik berhasil dihimpun dari para tokoh dan peserta. Dr. Hj. Andi Halimah tak bisa menahan senyumnya. “Coach Anwar ini luar biasa! Saya pikir pelatihan akan serius tegang seperti pelatihan pada umumnya. Ternyata, beliau mampu mengubahnya menjadi pertunjukan edukasi yang menghibur. Rasanya ingin saya rekrut jadi pengajar di mata kuliah ‘Teori Humor dalam Pedagogi’!” candanya disambut tawa. Senada dengan itu, Dr. Nur Khalisah Latuconsina menambahkan, “Sungguh sebuah pengalaman yang mencerahkan. Coach Anwar membuktikan bahwa belajar itu bisa fun, bahkan ketika membahas topik yang berat. Kalau semua dosen bisa seperti beliau, mungkin UINAM perlu membuka program studi khusus ‘Manajemen Kejenuhan Mahasiswa’!” ujarnya sembari tertawa renyah.
Dari kalangan peserta, beragam komentar muncul. “Jujur, saya datang dengan ekspektasi biasa. Tapi Coach Anwar ini edan! Penjelasannya sederhana tapi langsung nancap di hati. Rasanya seperti dihipnotis untuk jadi lebih semangat ngajar,” ujar salah satu mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam. “Saya pikir Hypnoteaching itu pakai mantra atau apa, ternyata Coach Anwar menjelaskannya dengan logika dan humor yang renyah. Sekarang saya tahu, sihir mengajar itu ada di tangan kita sendiri!” kata perwakilan dari Celebes Public Speaking. “Dulu saya mikir, jadi guru itu ya gitu-gitu aja. Setelah denger Coach Anwar, saya jadi pengen buru-buru ingin praktekin. Apalagi pas beliau bilang, ‘Kalau murid ngantuk, bukan salah muridnya, tapi salah teknik ngajar gurunya!’ Langsung insecure, tapi langsung termotivasi,” celetuk salah satu perwakilan IPMAS Sabah Malaysia. “Coach Anwar itu paket lengkap. Ilmunya dalam, penyampaiannya kocak. Saya rasa, beliau ini bisa ngajar fisika kuantum sambil bikin stand-up comedy,” timpalnyadengan senyum lebar.
Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan Hypnoteaching “Teacher as Motivator” ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Banyak yang mengungkapkan harapan agar ITMT Indonesia dapat terus menyelenggarakan pelatihan serupa di masa mendatang. “Pelatihan ini benar-benar membuka mata. Saya berharap ilmu yang kami dapat hari ini bisa menjadi bekal untuk menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter dan termotivasi,” ujar salah satu peserta. Kesan positif lainnya juga disampaikan. “Acaranya profesional, panitianya ramah, materinya powerful. Saya merasa sangat beruntung bisa ikut pelatihan ini,” kata seorang peserta dari tamu undangan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal teoretis, tetapi juga membangkitkan semangat para pendidik dan calon pendidik untuk terus berinovasi dalam mengajar. Semoga The Indonesian Teaching Mind Technology dapat terus berkontribusi dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.






















Discussion about this post