Salah satu peserta, Muh. Alif, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini. “Awalnya kami ragu, tapi setelah jadi dan dicoba, ternyata rasanya enak dan bisa dijual. Kami jadi semangat untuk terus berinovasi,” katanya.
Melalui projek ini, peserta didik tidak hanya belajar mengolah bahan makanan, tetapi juga memahami dasar-dasar berwirausaha, mulai dari kerja sama tim, pembagian tugas, hingga perhitungan biaya produksi dan keuntungan.
Kegiatan ini juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sisa makanan secara bijak. Diharapkan, pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, kreatif, dan peduli lingkungan. (FHR)










