Ketua TP PKK Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina Sudirman, menjelaskan bahwa melalui Festival Pangan B2SA, kita berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam prinsip B2SA dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal, mendorong kreativitas dan inovasi,” ujar Ny. Naoemi menekankan bahwa pengetahuan dan inovasi adalah kunci utama.
Ia menjelaskan bahwa tujuan strategisnya adalah lebih dari sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan.
“Kami ingin masyarakat bangga akan produk buatan lokal daerahnya, membuka lapangan kerja, dan menjaga keberlanjutan budaya,” katanya, melihat UMKM sebagai pilar ekonomi dan budaya.
Puncak festival tiba saat pengumuman juara. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sukses menjadi bintang panggung dan tampil sangat perkasa. Mereka membuktikan inovasi pengolahan pangan mereka yang tiada tanding.
Pangkep berhasil menyabet Juara I di tiga kategori utama: Lomba Kreasi Lahap Makan, Lomba Display Olahan Pangan Lokal, dan Lomba Festival Sayur & Buah Kearifan Lokal. Kemenangan ini menegaskan bahwa daerah tersebut memiliki formula rahasia dalam mengolah hasil bumi menjadi sajian yang bergizi dan bernilai jual.
Satu-satunya gelar Juara I yang luput dari Pangkep adalah Lomba Display Menu B2SA, yang berhasil direbut oleh Kabupaten Bone.
Netty Nauli S. Harahap, PIC Lomba B2SA, berharap semangat ini tidak berhenti setelah festival usai. “Dengan seperti ini kita bisa membudayakan kuliner, karena kita bisa mengetahui menu-menu andalan mereka dari 24 Kabupaten/Kota,” harapnya, melihat B2SA Fest sebagai pusaka kuliner tahunan yang harus dijaga.
Visi besar “Konsumsi B2SA Pangan Lokal, Gizi Kuat, Keluarga Hebat Sulawesi Selatan Menuju Indonesia Emas 2045” kini semakin dekat, didorong oleh tangan-tangan kreatif ibu-ibu PKK se-Sulsel.
(Rafi)






















Discussion about this post