Faiz menambahkan, inspirasi besar datang dari nasihat Prof. Hamka, yakni harapan agar mahasiswa UIN Datokarama Palu mampu berpikir global dan bertindak secara lokal.
Lebih jauh, Faiz menekankan bahwa literasi digital adalah partner penting dalam merevitalisasi kearifan lokal. Melalui platform-platform digital, mahasiswa Tafsir Hadis memiliki peran strategis untuk menampilkan kekayaan lokal, namun dengan satu pedoman utama: Al-Quran.
“Al-Quran itu bukan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tetapi justru menjadi pedoman utama dalam memanfaatkan kemajuan digital,” tegasnya.
Diharapkan, seminar ini bukan hanya menjadi workshop sesaat, tapi juga memantik kesadaran dan partisipasi aktif mahasiswa. Materi yang dibawakan narasumber, khususnya Muh. Anwar HM yang ahli literasi digital namun selalu mengaitkannya dengan sudut pandang keislaman, diyakini akan sangat relevan bagi mahasiswa IAT.
“Hasil dari seminar ini tak boleh berhenti di ruang diskusi saja,” harap Faiz. “Materi yang disampaikan akan kami dorong untuk diimplementasikan secara nyata di berbagai wilayah Sulawesi, khususnya di Kota Palu.”






















Discussion about this post