“Desa-desa kita butuh sentuhan intelektual. Mereka perlu dibekali dengan keterampilan dan pemahaman baru yang bisa mendorong swasembada pangan, koperasi desa, perikanan, serta gizi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kerja sama ini, STIE AMKOP akan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan koperasi dan UMKM, serta membantu Pemkab Takalar dalam membentuk koperasi desa merah putih sebagai bagian dari program nasional.
Ketua STIE AMKOP, Dr. Gunawan, menyambut baik kemitraan ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas SDM Takalar melalui program-program pendidikan dan pelatihan.
“Kami siap hadir tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam kegiatan sosial ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai institusi pendidikan tinggi,” tegasnya.
Wakil Bupati Takalar yang turut hadir juga mengapresiasi kerja sama ini dan menekankan pentingnya kesinambungan antara dunia akademik dan pemerintahan dalam menciptakan pembangunan yang inklusif.
Dengan adanya kerja sama ini, Pemkab Takalar menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi dan karakter kuat.
Program lanjutan dari MoU ini akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, mulai dari seleksi beasiswa hingga pendampingan langsung di lapangan oleh tim akademik STIE AMKOP.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari visi besar Takalar menuju kabupaten yang mandiri, maju, dan sejahtera berbasis ekonomi lokal dan partisipasi masyarakat.
Pemkab Takalar berharap agar kerja sama serupa juga dapat dilakukan dengan lebih banyak institusi pendidikan demi mempercepat peningkatan kualitas SDM di daerah.
Kesepakatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dan pemerintah daerah bisa berjalan beriringan untuk menciptakan perubahan yang bermakna bagi masyarakat luas.










