“Maka dari itu ADPERTISI bergerak dari dusun, ke kelurahan dan akhirnya ke tingkat kabupaten. Demikian pula dalam pengabdian, kami minta untuk para anggota ADPERTISI memilih 1 locus 1 pengabdian,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Takalar H. M Hasbi menyampaikan akan berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pendekatan pentahelix yang di antaranya peran media dan akademisi di dalamnya.
“Peran media sangat menunjang Kesuksesan PKM. Karena kegiatan itu harus diketahui oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa peran akademisi sangat dibutuhkan dengan menyampaikan contoh yang sangat krusial.
Ia juga menerangkan secara gamblang potensi Kabupaten Takalar baik itu sumber daya, sejarah kuliner hingga sejarah kebangsaan yang mesti diketahui oleh masyarakat.
Ia kemudian menegaskan bahwa kehadiran para akademisi di kabupaten Takalar ini dapat memacu kabupaten Takalar menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menerapkan digitalisasi.










