BERITAPERS.COM || GOWA — Setelah sempat memicu polemik selama sepekan, penumpukan sampah di wilayah Kabupaten Gowa mulai tertangani secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Gowa bersama masyarakat turun tangan langsung mengurai benang kusut tata kelola persampahan daerah.
Sebelumnya, operasional puluhan armada pengangkut sampah sempat terhenti akibat keterlambatan pencairan anggaran operasional. Kondisi ini diperparah oleh aksi penutupan akses jalan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) oleh H. Kadir Nyampa yang menuntut kejelasan ganti rugi lahannya.
Menanggapi situasi mendesak tersebut, jajaran Pemkab Gowa yang dipimpin Plh. Sekda Gowa Firdaus bergerak cepat melakukan evaluasi dan koordinasi lintas instansi.
Dari hasil penelusuran tim Pemkab Gowa, mandegnya anggaran operasional BBM armada armada sampah disebabkan oleh terlambatnya penyerahan Surat Perintah Membayar (SPM) dari pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).
”Kadis dan Kabid terkait beberapa kali dihubungi namun tidak merespons. Tim Pemkab kemudian mendatangi Kantor DLH pada Senin (21/9/2026) dan menemukan dokumen kelengkapan syarat pencairan memang belum disetorkan,” jelas Plh. Sekda Gowa, Firdaus.
Hal senada ditegaskan Plh. Kepala BPKD Gowa, Abdul Rahman. Menurutnya, BPKD siap memproses Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara instan begitu berkas SPM diserahterimakan.
”Alhamdulillah, anggaran BBM tahap II untuk tagihan periode 16–31 Agustus 2026 sudah cair hari ini. Selanjutnya kami menunggu pengajuan tagihan untuk periode 1–15 September 2026,” ungkap Abdul Rahman.
Mengenai tuntutan ganti rugi lahan TPA H. Kadir Nyampa, Firdaus memastikan Pemkab Gowa akan memproses dan menyelesaikannya sesuai koridor regulasi yang berlaku.
”Hak warga wajib diselesaikan secara aturan. Di sisi lain, armada pengangkut sampah kami optimalkan secepatnya agar pengangkutan sampah di lapangan kembali normal,” tegas Firdaus.
Langkah cepat Pemkab Gowa membuahkan hasil. Sejak Selasa (22/9/2026), armada sampah mulai beroperasi kembali mengangkut tumpukan sampah di berbagai titik, dibantu aksi gotong royong warga.
Sugianto Pattanegara, warga Kecamatan Somba Opu, mengapresiasi respons cepat pimpinan Pemkab Gowa dan mengajak warga bahu-membahu menangani persoalan kebersihan.
”Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Warga secara sukarela ikut membantu petugas DLH mengangkut tumpukan sampah. Terima kasih atas inisiasi Plh. Sekda, semoga titik-titik penumpukan sampah segera bersih total,” pungkas Sugianto.










