BERITAPERS|| Pinrang, Sulsel – Laga panas turnamen sepakbola antar desa di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, berakhir ricuh! Wasit hampir jadi korban amukan suporter, membuat pertandingan dihentikan dan seluruh laga sepakbola resmi dibatalkan.
Kericuhan terjadi di Lapangan Sepakbola Tatae, Kamis (14/8/2025), saat duel Desa Massewae melawan Kelurahan Pekkabata. Insiden bermula ketika Pekkabata mendapat hadiah penalti. Sebelum tendangan dilakukan, seorang suporter tiba-tiba menerobos lapangan dan menarik wasit, nyaris memukulnya.
“Perkiraan kami pelaku dari suporter Massewae, karena yang mengeksekusi penalti adalah tim Pekkabata,” ungkap Kapolsek Duampanua AKP Muslimin.
Situasi memanas, aparat keamanan langsung masuk ke lapangan untuk mengamankan wasit. Pertandingan pun dihentikan demi mencegah bentrokan lebih besar antar suporter.
Hasil evaluasi bersama panitia, pemerintah kecamatan, aparat, dan perwakilan desa memutuskan seluruh pertandingan sepakbola turnamen ini dibatalkan.
“Daripada ricuh lagi, semua laga sepakbola dihentikan. Olahraga lain tetap jalan, tapi pengamanan diperketat,” tegas AKP Muslimin.
Keputusan ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Turnamen yang awalnya digelar untuk memupuk persaudaraan, justru harus terhenti akibat ulah segelintir oknum suporter yang tak mampu menahan emosi.






















Discussion about this post