BeritaPers. Palu – Prenada Media Group (Cabang Makassar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan dan literasi di Indonesia. Kali ini, penerbit ternama tersebut menyerahkan buku karya Bapak Muh. Anwar, HM kepada mahasiswa baru STAI Al-Istiqamah Ngata Baru dalam sebuah acara kuliah umum yang berlangsung di kampus tersebut. Penyerahan buku ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah inisiatif untuk menginspirasi dan mendorong mahasiswa, civitas akademika dan generasi muda agar lebih produktif dalam berkarya, khususnya di bidang literasi.
Buku yang diserahkan ini adalah buah karya dari Bapak Muh. Anwar, HM, seorang dosen di FTK Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, yang telah dipercaya dan diterbitkan oleh Prenada Media Group. Acara ini menjadi momentum penting yang menghubungkan dunia akademis dengan industri penerbitan, membuktikan bahwa karya tulis dari lingkungan kampus memiliki potensi besar untuk dinikmati oleh khalayak luas.
Bapak Helmi, Kepala Perwakilan Prenada Media Group di Makassar, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat kepenulisan di kalangan mahasiswa. “Kami melihat potensi besar di STAI Al-Istiqamah Ngata Baru. Bapak Anwar telah membuktikan bahwa karya dari kampus ini layak diterbitkan. Dengan penyerahan buku ini, kami berharap para mahasiswa dan seluruh civitas akademika terinspirasi. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang memiliki naskah berkualitas untuk menerbitkannya bersama kami,” ujarnya. “Penerbitan buku adalah salah satu cara terbaik untuk menyebarkan ilmu dan gagasan. Kami ingin menjadi mitra bagi para penulis baru yang siap berkontribusi pada dunia literasi.”

Apresiasi dari Pimpinan Pondok, Ketua STAI dan Senat Kampus
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Istiqamah Ngata Baru, Drs. K.H.M. Arif Siraj, Lc, turut memberikan pandangannya. “Sinergi antara akademisi dan penerbit seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan literasi dan intelektualitas. Kami berharap santri dan mahasiswa kami terpacu untuk terus belajar dan berkarya. Buku adalah jendela dunia, dan dengan adanya karya dari lingkungan kita sendiri, dunia itu menjadi lebih dekat dan nyata.”





















