BERITAPERS || Lanrisang, Pinrang — Kegiatan pembacaan Surah Yasin yang telah menjadi agenda rutin setiap hari Jumat di SD Negeri 63 Waetuoe kembali digelar dengan penuh kekhusyukan, Jumat (28/11/2025). Seluruh siswa mengikuti rangkaian kegiatan yasinan yang dipimpin langsung oleh Guru Pendidikan Agama Islam, Ibu Malika, S.Pd.I, bertempat di ruang sekolah sejak pagi.
Tradisi keagamaan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter religius yang terus dikembangkan di SD 63 Waetuoe. Selain menanamkan nilai-nilai keislaman, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kedisiplinan, rasa kebersamaan, serta sikap saling menghormati antar siswa.
Kepala SD 63 Waetuoe, Andi Bau Tenri Ampa, S.Pd, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan yang dinilai membawa pengaruh positif terhadap perkembangan spiritual peserta didik.
“Kami berkomitmen membangun lingkungan sekolah yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembinaan moral dan spiritual. Yasinan rutin ini menjadi salah satu upaya agar siswa semakin mencintai amalan keagamaan,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa dukungan semua guru menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi kegiatan keagamaan tersebut.
Sementara itu, guru pembimbing kegiatan, Malika, S.Pd.I, menuturkan bahwa pembacaan Yasin bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pendidikan karakter yang penuh makna.
“Alhamdulillah, anak-anak mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Kami berharap pembiasaan ini membentuk karakter religius, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan akhlak mulia sejak dini,” jelasnya.
Selain pembacaan Surah Yasin, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan shalat duha berjamaah sebagai bentuk penyempurna pembinaan spiritual siswa.
Program keagamaan ini mendapatkan dukungan positif dari para orang tua dan tenaga pendidik. Bahkan, pihak sekolah berencana menambah kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, kultum, dan pembiasaan doa harian sebagai penguatan implementasi pendidikan karakter berbasis religius.
Dengan pelaksanaan yang berkesinambungan, SD Negeri 63 Waetuoe berharap dapat mencetak generasi yang bukan hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, berkarakter kuat, serta memiliki landasan religius yang baik. (Mlp)










