BeritaPers – Makassar, 28 November 2025 – Suasana siang yang akrab dan produktif menyelimuti Cafe Between Makassar hari ini. Seluruh mahasiswa semester 7 Program Studi (Prodi) Manajemen STIMI YAPMI Makassar berkumpul dalam pertemuan non-formal yang diinisiasi oleh Ketua Prodi Manajemen, Muh Anwar. HM. Acara yang dimulai tepat pukul 14.00 WITA ini bertujuan memberikan pengarahan intensif terkait proses perkuliahan dan, yang paling krusial, percepatan pengajuan judul skripsi yang deadline-nya sudah menanti di akhir Desember 2025.
Ketua Prodi Muh Anwar. HM. membuka sesi dengan menekankan bahwa pertemuan santai ini bukan sekadar kumpul biasa, melainkan sesi “bedah cepat” masalah skripsi. “Kami sengaja memilih tempat yang non-formal agar tidak ada jarak. Fokus kita sekarang adalah bagaimana Anda semua bisa lolos dari gerbang pertama skripsi: pengajuan judul,” ujar Kaprodi. Didampingi oleh pendamping akademik, Mursalim, SM., MM., Muh Anwar. HM. membagikan sejumlah “trik cerdas” kepada mahasiswa, termasuk metode cepat mencari topik yang linear dengan konsentrasi keilmuan Prodi dan tips praktis memastikan ketersediaan data di lapangan.
Di tengah kehangatan obrolan, Mursalim, SM., MM. menambahkan bahwa kecepatan harus dibarengi dengan ketepatan. “Jangan takut mencoba metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari skripsi-skripsi terdahulu. Itu adalah shortcut yang sah. Namun, pastikan modifikasi yang Anda lakukan memiliki bobot kebaruan. Segera temui dosen pengampu mata kuliah inti yang Anda kuasai materinya, karena mereka menyimpan isu-isu manajemen terhangat yang bisa Anda jadikan judul penelitian,” jelasnya kepada para mahasiswa yang sibuk mencatat.

Suasana di Between Cafe terlihat kondusif. Mahasiswa semester 7 tampak antusias mengajukan pertanyaan spesifik terkait metode penelitian dan linearitas judul, yang langsung ditanggapi secara lugas oleh Kaprodi dan pendamping. Pertemuan ini menunjukkan komitmen penuh pimpinan Prodi untuk memastikan mahasiswa mereka lulus tepat waktu. Kaprodi juga terus memberikan motivasi, mengingatkan bahwa skripsi adalah bukti terakhir loyalitas dan keseriusan mahasiswa terhadap studinya.
“Skripsi adalah proyek profesional pertama Anda. Jangan pernah menunda. Jadikan deadline akhir Desember 2025 sebagai batas perang. Kami dan seluruh dosen akan all-out mendukung Anda, tetapi bola ada di tangan Anda sekarang,” tegas Muh Anwar. HM. di penghujung sesi. Pertemuan ini diharapkan menjadi pendorong kuat bagi seluruh mahasiswa semester 7 untuk segera merampungkan proposal skripsi mereka sebelum tahun baru berakhir.
Inisiasi Ketua Prodi Manajemen, Muh Anwar. HM., untuk menggelar sesi pengarahan skripsi di Between Cafe pada Jumat siang disambut dengan campuran rasa terkejut dan apresiasi. Salah satu perwakilan mahasiswa mengaku awalnya kaget dengan undangan yang tidak biasa tersebut. “Awalnya mikir, wah ada apa nih Kaprodi ngajak ngopi bareng, biasanya kan di kampus formal banget. Tapi ternyata ini gaya Kaprodi untuk ‘menyergap’ kita dari zona nyaman. Serius, tapi nggak bikin tegang. Justru dengan suasana santai begini, pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita simpan karena malu, jadi berani ditanyakan,” ujarnya sambil tersenyum.
Mahasiswa lainnya menyoroti aspek kepraktisan yang ditawarkan Kaprodi. Menurutnya, tips dan trik yang dibagikan Muh Anwar. HM. dan Mursalim, SM., MM., sangat realistis, jauh dari teori rumit di kelas. “Kita ini semester tujuh, Pak. Sudah capek teori. Yang kita butuhkan itu shortcut dan booster mental. Kaprodi langsung to the point soal metode ATM dan cara memastikan judul kita itu ‘laku’ di meja dosen pembimbing. Ini seperti alarm yang ramah, memberitahu kita bahwa deadline Januari itu nyata, tapi kita punya senjata dan pendamping,” jelasnya dengan nada santai namun penuh keseriusan.
Secara umum, pertemuan tersebut berhasil membangkitkan kembali semangat finish di antara mahasiswa. Mereka melihat langkah Kaprodi ini sebagai bentuk kepedulian yang konkret dan adaptif terhadap gaya belajar generasi saat ini. “Kami merasa didukung dan ditantang secara bersamaan. Tone dari Kaprodi itu jelas: santai boleh, tapi skripsi itu wajib selesai. Sekarang, tinggal balik ke kampus dan membuktikan bahwa kami, mahasiswa Manajemen, bisa memanajemen waktu dan ide untuk lulus tepat waktu,” tutup salah satu mahasiswa dengan optimisme.





















Discussion about this post