• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Ketika Kecerdasan Buatan Masuk Ruang Kelas: Ancaman Atau Peluang Pendidikan Indonesia?

Muh. Anwar by Muh. Anwar
23 Januari 2026
in Berita Opini, Movie, Newsbeat, Stories
Reading Time: 2 mins read
0
Ketika Kecerdasan Buatan Masuk Ruang Kelas: Ancaman Atau Peluang Pendidikan Indonesia?
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini. Dalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang dengan sangat pesat dan mulai merambah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan. Di Indonesia, kehadiran AI di ruang kelas menjadi isu yang semakin hangat diperbincangkan, terutama sejak banyak pelajar dan mahasiswa memanfaatkan teknologi ini untuk membantu mengerjakan tugas, mencari referensi, bahkan menyusun tulisan akademik. Fenomena ini menimbulkan beragam reaksi: sebagian pihak melihat AI sebagai ancaman terhadap kejujuran akademik, sementara yang lain menilainya sebagai peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Isu ini menjadi relevan karena menyentuh kepentingan publik secara luas, khususnya orang tua, pendidik, dan pengambil kebijakan. Pendidikan adalah fondasi pembangunan bangsa, sehingga setiap perubahan besar di dalamnya harus disikapi secara kritis dan bijaksana. Pertanyaannya, apakah kehadiran AI di ruang kelas akan merusak esensi pendidikan, atau justru menjadi alat strategis untuk mencetak generasi yang lebih adaptif?

Tidak dapat dimungkiri bahwa AI telah mengubah cara peserta didik belajar. Teknologi ini mampu memberikan penjelasan instan, menyederhanakan konsep yang rumit, serta membantu menyusun kerangka berpikir secara sistematis. Dalam konteks positif, AI dapat menjadi learning assistant yang efektif, terutama bagi siswa di daerah yang kekurangan tenaga pendidik atau sumber belajar berkualitas. Dengan akses yang tepat, kesenjangan pendidikan dapat dipersempit.

Namun, di sisi lain, penggunaan AI yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan masalah serius. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah menurunnya kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik. Ketika jawaban dapat diperoleh secara instan tanpa proses analisis mendalam, maka fungsi pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter dan nalar berisiko tereduksi. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan jawaban yang benar, tetapi juga melatih proses berpikir yang matang dan bertanggung jawab.

Selain itu, muncul persoalan etika akademik. Banyak pendidik mengeluhkan meningkatnya kasus plagiarisme terselubung akibat penggunaan AI. Meskipun hasil tulisan tampak orisinal, proses berpikirnya tidak sepenuhnya berasal dari peserta didik. Jika dibiarkan, hal ini dapat melemahkan nilai kejujuran yang seharusnya menjadi pilar utama pendidikan.

Namun, memandang AI semata-mata sebagai ancaman juga merupakan sikap yang kurang bijak. Sejarah menunjukkan bahwa setiap kemajuan teknologi selalu menimbulkan resistensi di awal kemunculannya. Mesin kalkulator, misalnya, pernah ditentang karena dianggap melemahkan kemampuan berhitung. Faktanya, teknologi tersebut justru membantu manusia fokus pada pemecahan masalah yang lebih kompleks. Hal yang sama dapat terjadi pada AI, asalkan penggunaannya diatur dengan jelas.

Sudut pandang yang jarang dibahas adalah peran pendidik dalam mengarahkan penggunaan AI secara edukatif. Alih-alih melarang secara total, guru dan dosen seharusnya diberi pelatihan untuk mengintegrasikan AI ke dalam metode pembelajaran. Misalnya, AI digunakan sebagai alat diskusi, pembanding argumen, atau sarana eksplorasi ide, bukan sebagai pengganti proses berpikir siswa. Dengan demikian, AI menjadi alat pendukung, bukan penentu.

Pemerintah dan institusi pendidikan juga perlu segera merumuskan pedoman etika penggunaan AI di dunia pendidikan. Aturan yang jelas akan membantu semua pihak memahami batasan antara bantuan teknologi dan pelanggaran akademik. Tanpa regulasi yang tegas, kebingungan akan terus terjadi dan berpotensi merugikan peserta didik itu sendiri.

Kehadiran kecerdasan buatan di ruang kelas adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Menolaknya secara total hanya akan membuat dunia pendidikan tertinggal dari perkembangan zaman. Namun, menerimanya tanpa kendali juga berisiko menggerus nilai-nilai dasar pendidikan.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
​Sambut Milad ke-49 BKPRMI, Brigade Masjid Takalar Gelar Diksar Angkatan Pertama di Pantai Mangindara

​Sambut Milad ke-49 BKPRMI, Brigade Masjid Takalar Gelar Diksar Angkatan Pertama di Pantai Mangindara

30 Agustus 2026

Oleh karena itu, pendekatan yang paling tepat adalah sikap kritis dan adaptif. AI harus diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran yang memperkuat proses berpikir, bukan menggantikannya. Pendidik perlu dibekali kompetensi digital yang memadai, sementara peserta didik harus ditanamkan kesadaran etika dalam menggunakan teknologi. Dengan regulasi yang jelas dan pendekatan yang bijaksana, AI bukanlah ancaman, melainkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia di masa depan.

Penulis : Muhammad Asyrof

Post Views: 222
Tags: Berita OpiniBerita PersFTK UINAMProdi MPI FTK UINAM
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

2 minggu ago
​Sambut Milad ke-49 BKPRMI, Brigade Masjid Takalar Gelar Diksar Angkatan Pertama di Pantai Mangindara

​Sambut Milad ke-49 BKPRMI, Brigade Masjid Takalar Gelar Diksar Angkatan Pertama di Pantai Mangindara

4 minggu ago
Load More

Related News

Big Match PSM vs Persebaya, Kapolres Parepare Imbau Suporter Junjung Tinggi Sportivitas

Big Match PSM vs Persebaya, Kapolres Parepare Imbau Suporter Junjung Tinggi Sportivitas

27 Agustus 2025
Kasat Narkoba Polres Takalar Bantah Isu Setoran Rutin, Bakal Tindak Tegas Anggotanya Jika Terlibat

Kasat Narkoba Polres Takalar Bantah Isu Setoran Rutin, Bakal Tindak Tegas Anggotanya Jika Terlibat

1 Juni 2026
PAM Sholat Tarawih Polwan Polres Takalar, Pastikan Ibadah Berjalan Aman

PAM Sholat Tarawih Polwan Polres Takalar, Pastikan Ibadah Berjalan Aman

6 Maret 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?