BERITSPERS || Sidrap – Seorang pria berinisial BHR (43), warga asal Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos pada Jumat dini hari, 12 Desember 2025, sekitar pukul 00.45 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi di kamar kos lantai 2, kamar C6, sebuah rumah kos yang berlokasi di dekat Jalan Pengairan, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.
Menurut keterangan Kapolsek Maritengngae, IPTU Irwansyah Taufiq, SH, korban ditemukan tak bernyawa setelah sebelumnya bersama seorang perempuan berinisial NM, yang juga menjadi saksi utama dalam kasus ini.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang pria yang ditemukan meninggal di dalam kamar kos. Berdasarkan keterangan saksi di TKP, korban sebelumnya bersama seorang perempuan. Mereka sempat berhubungan layaknya suami istri sebelum korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri,” jelas IPTU Irwansyah.
NM yang panik setelah melihat korban tidak bergerak kemudian berusaha meminta pertolongan kepada warga sekitar dan pengelola kos. Tak lama setelah itu, laporan masuk ke pihak kepolisian.
Mendapat laporan, unit piket intel dan identifikasi Polres Sidrap segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kami melakukan pemeriksaan awal, mengamankan lokasi, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar kos. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun pemeriksaan lanjutan tetap kami lakukan untuk memastikan penyebab kematian,” tambah Kapolsek.
Jenazah BHR kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum dan pemeriksaan medis mendalam.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi dari tim medis terkait dugaan penyebab kematian korban, apakah karena faktor kelelahan, gangguan kesehatan tertentu, atau penyebab lainnya.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Semua harus berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Kami akan sampaikan perkembangan lebih lanjut setelah laporan visum selesai,” tegas IPTU Irwansyah.
Sebagai orang terakhir yang bersama korban, NM telah dimintai keterangan secara mendetail oleh penyidik. Polisi juga melakukan pemeriksaan tambahan terkait aktivitas korban sebelum kejadian, termasuk riwayat kesehatan serta barang-barang yang ditemukan di TKP.
“Pemeriksaan saksi sangat penting untuk mengetahui runtutan kejadian secara lengkap. Sementara ini, tidak ada indikasi tindak pidana, namun kami tetap melakukan pendalaman,” tutup Kapolsek. (Mlp)










