BERITAPERS || Lanrisang, Pinrang — Kepedulian terhadap warga terdampak bencana angin puting beliung di wilayah Lanrisang Jampue kembali ditunjukkan oleh Ir. H. Latinro Latunrung dengan menyalurkan bantuan uang tunai kepada keluarga korban bencana, Selasa (16/12/2025).
Bantuan tersebut diberikan kepada 53 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung akibat bencana angin puting beliung. Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp1.000.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp53.000.000.
Ir. H. Latinro Latunrung menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah, sekaligus diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan dasar warga pascabencana.
“Bencana ini tentu membawa dampak besar bagi masyarakat. Bantuan yang kami salurkan ini diharapkan dapat sedikit membantu kebutuhan mendesak keluarga terdampak. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua,” ujar Ir. H. Latinro Latunrung.
Sementara itu, Lurah Lanrisang, Firman Sahuddin, S.H., M.Si, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit pascabencana.
“Atas nama pemerintah kelurahan dan seluruh warga terdampak, kami mengucapkan terima kasih kepada Ir. H. Latinro Latunrung atas kepedulian dan bantuannya. Bantuan ini sangat membantu warga kami dalam memenuhi kebutuhan mendesak serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” ujar Firman Sahuddin.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kelurahan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kabupaten dalam penanganan dampak bencana, baik dari sisi pendataan, penyaluran bantuan, maupun pemulihan lingkungan.
Warga penerima bantuan menyambut baik dan mengapresiasi perhatian yang diberikan. Mereka mengaku bantuan tunai tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mendukung perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung.
Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan lancar dengan melibatkan aparat setempat serta perwakilan masyarakat, sebagai bentuk transparansi dan memastikan bantuan tepat sasaran. (Mlp)










