Bulukumba — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba secara resmi melaunching Program Zakat Community Development (ZCD) di Lingkungan Bonto Mangape, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, yang ditetapkan sebagai Kampung Berkah BAZNAS, Senin (22/12/2025).
Program ZCD ini dikembangkan sebagai kampung wisata berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan konsep “Satu Rumah Satu Usaha”, sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mustahik melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara produktif dan berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS Bulukumba, Ustadz Muh. Yusuf Sandy, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program ZCD merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bonto Mangape.
“Program ZCD ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bersama untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Target akhirnya adalah bagaimana mustahik dapat bertransformasi menjadi muzakki, sehingga keberkahan dana zakat yang dikelola BAZNAS Bulukumba dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, DR. Dr. H. Muh. Hidri Alwi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kinerja BAZNAS Bulukumba yang dinilai memiliki progres kerja nyata dan langsung menyentuh akar permasalahan masyarakat.
“Hampir seluruh program BAZNAS mampu diimplementasikan oleh BAZNAS Bulukumba. Ini merupakan bentuk kesungguhan sekaligus keunggulan yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ZCD di Bonto Mangape merupakan lokasi kedua di Kabupaten Bulukumba setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Kahayya.
Menurutnya, ZCD adalah program pemberdayaan masyarakat yang komprehensif, melibatkan berbagai stakeholder, serta menghadirkan beragam kegiatan yang seluruhnya diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteraan mustahik.
“Program ZCD ini juga menjadi salah satu bukti bahwa BAZNAS Bulukumba mendapatkan apresiasi langsung dari BAZNAS Republik Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bulukumba yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Baso Bintang, menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran Program Zakat Community Development tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini memastikan zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Program ini diharapkan mampu menjadikan masyarakat lebih mandiri, produktif, serta memiliki daya saing yang tinggi,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ZCD merupakan contoh nyata kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi konkret atas permasalahan sosial dan ekonomi di tingkat komunitas.
Ia juga berharap agar peluncuran ZCD tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kepada para penerima manfaat, saya berharap agar program ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, serta semangat untuk terus berkembang. Jadikan bantuan zakat ini sebagai pemicu untuk bangkit dan mandiri, bukan sebagai bentuk ketergantungan,” pungkasnya.
Kegiatan launching ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Bulukumba, Kepala KUA Kecamatan Ujung Bulu, Camat Ujung Bulu, para lurah se-Kecamatan Ujung Bulu, IWAPI, para kepala OPD, serta warga masyarakat Bonto Mangape.
RR










