BERITAPERS || MAKASSAR — Suasana syahdu dan penuh khidmat menyelimuti Hotel Whiz Prime Makassar pada Kamis (25/12/2025). Sebanyak 50 pelajar tingkat SMA dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan berkumpul untuk memulai perjalanan spiritual dalam program Karantina Tahfidz Angkatan II.
Program ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sulsel bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel. Di bawah naungan Dinas Pendidikan, kegiatan ini dirancang khusus untuk membina generasi muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Selama 20 hari, para peserta menjalani masa karantina intensif. Fokus utamanya bukan sekadar menambah jumlah hafalan, tetapi meningkatkan kualitas interaksi mereka dengan kitab suci.
“Tujuannya adalah meningkatkan perhatian dan hafalan peserta. Tingkatan mereka memang berbeda-beda; ada yang baru memperbaiki bacaan dari awal, ada pula yang sudah memiliki dasar hafalan sebelumnya. Itulah yang kami dorong untuk diulang, dilancarkan, dan ditingkatkan kualitas hafalannya,” jelas instruktur kegiatan, Mufassir Arif.
Namun, Karantina Tahfidz ini tidak hanya bicara soal ingatan. Para peserta juga dibekali dengan fondasi keislaman yang kokoh. Mereka mendapatkan materi mengenai akidah tauhid serta tata cara ibadah dasar, terutama praktik shalat yang benar sesuai tuntunan. Pembekalan ini diharapkan menjadi benteng moral dan bekal berharga bagi masa depan mereka.
Disiplin menjadi napas utama dalam kegiatan ini. Selama 24 jam penuh, keseharian peserta dipantau dengan ketat, mulai dari menjaga shalat berjamaah hingga pembiasaan akhlakul karimah.
“Mudah-mudahan pembiasaan shalat berjamaah dan kedisiplinan selama 24 jam ini bisa menjadi karakter yang melekat. Kami berharap sekembalinya ke lingkungan masing-masing, mereka bisa menjadi teladan dan menularkan kebiasaan baik ini kepada teman-temannya yang lain,” tambah Mufassir.
Program fasilitasi ini pun mendapat harapan besar untuk terus dikembangkan. Mengingat pentingnya pembekalan bagi anak usia SMA sebagai calon pemimpin masa depan, perluasan jangkauan hingga ke kabupaten/kota menjadi sebuah aspirasi agar lebih banyak anak muda Sulsel yang tersentuh oleh pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an ini.
Melalui karantina ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan TP PKK menitipkan harapan besar agar 50 tunas muda ini tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bercahaya dengan akhlak dan hafalan Qurannya.





















Discussion about this post