Makassar – Mengawali tahun 2025, sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai melaksanakan Musyawarah Lembaga sebagai bagian dari proses regenerasi kepengurusan. Berdasarkan surat edaran Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, batas akhir pelaksanaan Musyawarah Lembaga bagi seluruh UKM ditetapkan pada 16 Januari 2025.
Ketentuan tersebut berkaitan dengan agenda pelantikan bersama yang dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2025. Oleh karena itu, seluruh UKM di lingkungan Universitas Hasanuddin diharapkan segera menuntaskan agenda Musyawarah Lembaganya masing-masing.
Selain UKM, forum tertinggi yang menjadi wadah komunikasi dan representasi kepentingan bersama antar-UKM, yakni Forum Bersama (Forbes), juga dinantikan pelaksanaan Musyawarah Tahunannya.
Musyawarah Tahunan Forbes disebut-sebut akan digelar dalam waktu dekat dan akan menjadi momentum pergantian kepemimpinan yang merepresentasikan seluruh UKM di Universitas Hasanuddin.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Musyawarah Tahunan Forbes kali ini direncanakan akan diawali dengan proses pendaftaran dan penyaringan Calon Ketua/Kordinator Forbes sebelum memasuki forum musyawarah.
Skema ini dinilai sebagai upaya untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih terukur dan transparan.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah nama mulai mencuat ke permukaan sebagai bakal calon Ketua/Kordinator Forbes periode 2026. Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Muhammad Hidayat, Ketua Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unhas Tahun Buku 2025.
Meski demikian, hingga saat ini proses pendaftaran dan penjaringan calon resmi belum dibuka, mengingat masih terdapat beberapa UKM yang belum menyelesaikan Musyawarah Lembaganya.
Sebelum berita ini diterbitkan, awak media telah mengonfirmasi langsung kepada Muhammad Hidayat terkait kesiapan dan kemauannya untuk maju dalam kontestasi tersebut. Ia mengaku bersyukur atas dorongan dan dukungan yang diberikan oleh sejumlah pihak.
“Dorongan dan kepercayaan itu tentu saya syukuri dan banggakan. Namun, saya masih mempertimbangkan dengan matang, mengingat saat ini saya masih mengemban amanah sebagai ketua UKM,” ujar Hidayat.
Ia menegaskan bahwa jabatan Ketua/Kordinator Forbes merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya di Kopma Unhas.
“Saya akan sharing dan meminta pendapat dari berbagai kalangan. Kalau memang cocok, kita gas. Tapi tentu setelah tanggung jawab saya di Kopma Unhas selesai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hidayat menyebut bahwa setelah pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopma Unhas dan estafet kepemimpinan diserahkan kepada pengurus baru, barulah ia akan menentukan langkah selanjutnya.
“Selesai RAT, setelah tanggung jawab saya kembalikan ke nahkoda baru Kopma Unhas, baru saya lihat langkah apa yang akan saya ambil,” tuturnya.
Meski masih dalam tahap pertimbangan, Muhammad Hidayat digadang-gadang sebagai salah satu figur potensial dalam Musyawarah Tahunan Forbes tahun ini.
Dengan nada santai, ia menutup pernyataannya, “Kalau melihat situasi dan kondisi memungkinkan untuk maju, kita gas. Sekali kita gas, pantang berhenti sebelum menang,” ujarnya sambil tertawa bersama awak media.










