BERITAPERS || SUPPA, PINRANG – UPT SMP Negeri 3 Suppa (SPENTIG SUPPA) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter religius dan memperkuat nilai-nilai spiritual peserta didik melalui kegiatan Pembiasaan Literasi Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Kegiatan ini kembali digelar pada Jumat, 24 Januari 2026, dengan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan.
Pembiasaan Literasi Al-Qur’an merupakan salah satu program unggulan sekolah yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini, meningkatkan kemampuan membaca dan memahami isi Al-Qur’an, serta membentuk pribadi siswa yang berakhlak mulia. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai, sehingga diharapkan mampu memberikan suasana yang religius dan menenangkan di lingkungan sekolah.
Kepala UPT SMP Negeri 3 Suppa Chairil Anwar, S.Pd.,MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan. “Melalui pembiasaan literasi Al-Qur’an, kami ingin membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak peserta didik yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, siswa diarahkan untuk membaca Al-Qur’an secara tartil, dilanjutkan dengan pembinaan tajwid serta pemahaman singkat terhadap makna ayat-ayat yang dibaca. Guru Pendidikan Agama Islam bersama wali kelas turut mendampingi dan membimbing siswa agar kegiatan berjalan tertib dan khusyuk.
Antusiasme peserta didik terlihat dari keikutsertaan aktif mereka dalam kegiatan ini. Banyak siswa mengaku merasa lebih termotivasi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai kebiasaan positif, baik di sekolah maupun di rumah.
UPT SMP Negeri 3 Suppa berharap kegiatan Pembiasaan Literasi Al-Qur’an ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi budaya sekolah yang mengakar kuat. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. (MLP)










