BeritaPers. Sulawesi Tengah || Pondok Pesantren Modern Al-Istiqamah Ngata Baru, Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah, kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global. Pada Jumat, 6 Maret 2026, lembaga pendidikan ini menyelenggarakan agenda prestisius berupa Pembekalan Intensif bagi 102 santri kelas akhir Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI). Kegiatan yang berlangsung di aula BPM Al-Istiqamah ini dirancang sebagai jembatan transisi bagi para santri sebelum melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.
Acara yang berlangsung sangat padat ini dimulai tepat pukul 08.00 WITA dan berakhir pada tengah malam, pukul 23.30 WITA. Durasi waktu yang panjang tersebut mencerminkan kedalaman materi serta antusiasme peserta dalam menyerap ilmu yang bersifat aplikatif sekaligus filosofis. Atmosfer akademik yang kental berpadu dengan semangat spiritualitas pesantren menciptakan resonansi positif sepanjang jalannya sesi pembekalan.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Coach Muh Anwar. HM, seorang pakar lintas disiplin yang membawa perspektif akademis dan praktis yang mumpuni. Beliau merupakan dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar sekaligus menjabat sebagai Kepala Microleading di fakultas tersebut. Kapasitas kepemimpinan beliau juga tercermin dari posisinya sebagai Ketua Program Studi Manajemen STIMI YAPMI Makassar dan CEO ITMT Indonesia.
Sesi pertama dibuka dengan pemaparan komprehensif mengenai Study in Foreign Country. Dalam sesi ini, Coach Muh Anwar membedah peta jalan pendidikan internasional, mulai dari strategi seleksi beasiswa hingga adaptasi budaya di mancanegara. Beliau menekankan bahwa santri memiliki modalitas bahasa dan kemandirian yang kuat untuk menaklukkan universitas-universitas ternama di luar negeri.
Narasi besar yang dibangun dalam sesi ini adalah pentingnya memiliki visi global tanpa melupakan akar identitas sebagai santri. Penjelasan mengenai prosedur administratif dan teknis penulisan esai motivasi disampaikan dengan bahasa yang lugas namun tetap elegan. Hal ini bertujuan untuk memantik rasa percaya diri 102 santri agar berani memimpikan pendidikan di benua Eropa, Timur Tengah, maupun Amerika.

Memasuki sesi siang hingga sore, fokus pembekalan beralih pada aspek psikologis dan teknologi pikiran melalui materi Hypnolearning. Coach Muh Anwar menjelaskan bagaimana mekanisme kerja otak dapat dioptimalkan untuk mempercepat proses penyerapan informasi secara efektif. Teknik ini sangat relevan bagi santri yang sedang menghadapi persiapan ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi yang penuh tekanan.
Dalam pendekatan Hypnolearning, para santri diajarkan untuk memprogram pikiran bawah sadar mereka agar berada dalam kondisi “alpha state” saat belajar. Kondisi ini memungkinkan informasi masuk secara permanen dan meminimalkan hambatan mental seperti rasa bosan atau kurang percaya diri. Pendekatan akademis yang digunakan memastikan bahwa materi ini tetap berada dalam koridor saintifik dan pedagogis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berlanjut ke sesi malam yang lebih kontemplatif, materi bergeser pada Hypnotherapy. Sesi ini difokuskan pada manajemen emosi dan penyembuhan diri dari hambatan-hambatan psikologis masa lalu. Coach Muh Anwar membimbing para santri untuk mengenali potensi terbaik mereka dan melepaskan “mental block” yang selama ini menghambat kemajuan diri.
Melalui teknik Hypnotherapy, para santri diajak melakukan refleksi mendalam mengenai tujuan hidup dan pengabdian mereka di masyarakat kelak. Proses ini menjadi sangat emosional namun memberdayakan, di mana setiap santri diberikan alat (tools) praktis untuk melakukan regulasi diri secara mandiri. Hal ini dianggap krusial sebagai bekal ketahanan mental (mental resilience) di era disrupsi yang penuh tantangan.
Interaksi antara pemateri dan 102 santri berlangsung dinamis melalui metode coaching yang partisipatif. Coach Muh Anwar tidak hanya memberikan ceramah satu arah, tetapi juga melibatkan santri dalam simulasi praktis dan diskusi kelompok. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap materi tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dirasakan secara afektif dan dipraktikkan secara psikomotorik.
Keterlibatan Coach Muh Anwar sebagai seorang praktisi hipnoterapi bersertifikat sekaligus akademisi memberikan warna tersendiri dalam pembekalan ini. Beliau mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan manajemen dengan teknik pemberdayaan pikiran bawah sadar. Sinergi ini menghasilkan sebuah modul pelatihan yang unik dan sulit ditemukan dalam forum-forum akademik konvensional lainnya.
Pihak manajemen Pondok Pesantren Modern Al-Istiqamah Ngata Baru menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk mencetak kader ulama yang intelek. Dengan menghadirkan pemateri kaliber nasional dari Makassar, pesantren ingin memberikan standar edukasi yang setara dengan perkembangan tren pendidikan modern saat ini. Kehadiran Coach Muh Anwar dipandang sebagai inspirasi nyata bagi para santri tentang profil cendekiawan muslim yang multidimensi.
Hingga menjelang tengah malam, semangat para santri tidak menunjukkan penurunan signifikan. Sesi penutup diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga integritas dan semangat juang dalam menuntut ilmu. Penutupan kegiatan dilakukan dengan doa bersama, menandai berakhirnya perjalanan intelektual dan spiritual yang intens selama lebih dari 15 jam tersebut.
Dampak dari kegiatan ini diharapkan dapat terlihat pada peningkatan motivasi belajar dan kesiapan mental santri kelas akhir TMI 2026. Dengan bekal strategi studi luar negeri dan penguasaan teknologi pikiran, lulusan Al-Istiqamah diharapkan mampu menjadi pionir perubahan di mana pun mereka berada. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan akademik pesantren di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah.
Sebagai penutup, sinergi antara akademisi UIN Alauddin Makassar dan Pondok Pesantren Modern Al-Istiqamah ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas institusi adalah kunci dalam memajukan kualitas sumber daya manusia. Pembekalan intensif ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan peradaban Islam dan kemajuan bangsa Indonesia di mata dunia.





















Discussion about this post