BERITAPERS || MAKASSAR – Dalam semangat menyambut bulan penuh keberkahan, Posko Yatim bekerja sama dengan Alumni SMP Bungaya 89 menggelar kegiatan bertajuk “Muharram Ceria 1447 H/2025: Bahagia dan Berkah Bersama Anak Yatim”, Sabtu sore, 5 Juli 2025 atau bertepatan dengan 9 Muharram 1447 H.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini digelar di kediaman salah satu alumni SMP Bungaya 89, yang berlokasi di Jl. Kumala 2 Utara No. 10, tepat di depan Kompleks Kumala Asri. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Komunitas Sahabat Dhuafa (Tasafa) serta komunitas otomotif Pajero Lovers.
Sebanyak 60 anak yatim dan dhuafa dari tiga wilayah binaan Posko Yatim – yakni Kumala, Emmi Saelan, dan Mariso – turut hadir dan mendapatkan santunan berupa uang saku serta perlengkapan alat tulis sekolah sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pendidikan mereka.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Posko Yatim, Ust. Syarifuddin Liwang (Ust. Syarli), yang menjelaskan bahwa kegiatan Muharram Ceria telah menjadi agenda tahunan Posko Yatim. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Ibu Hesti selaku tuan rumah sekaligus penggagas kegiatan di titik Kumala.
“Kita berharap, kegiatan ini menjadi penguat rasa peduli kita kepada anak-anak yatim, dan semoga Allah mencatat kita sebagai orang-orang yang mendapat keberkahan karena perhatian kita kepada mereka,” ujar Ust. Syarli.
Sambutan kedua disampaikan oleh mantan Kepala Sekolah SMP Bungaya, H. Jamaluddin, yang mengapresiasi inisiatif Alumni SMP Bungaya 89. Ia berharap semangat sosial ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi alumni lainnya untuk menebar manfaat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh Ust. Baihaqi, alumni Ma’had Sholatiyah Makkah Al-Mukarramah. Dalam ceramahnya, Ust. Baihaqi mengingatkan tentang keutamaan menyantuni anak yatim, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa orang yang menyayangi anak yatim akan berada dekat dengan beliau di surga, seperti dua jari yang berdampingan.
“Muharram, terutama tanggal 10 yang dikenal sebagai Hari Asyura, adalah momen penuh nilai sejarah dan spiritual. Maka, memanfaatkannya dengan berbuat baik kepada anak-anak yatim adalah pilihan yang sangat mulia,” ungkap Ust. Baihaqi.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib berjamaah, serta makan malam yang semakin mempererat kebersamaan antara para tamu, panitia, dan anak-anak yatim.
Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga simbol sinergi antara komunitas, alumni, dan lembaga sosial dalam menebar keberkahan dan kepedulian terhadap sesama di bulan penuh rahmat ini.






















Discussion about this post