BERITAPERS || BEIJING – Pemerintah Kabupaten Takalar secara resmi memulai misi diplomatik ekonomi di Negeri Tirai Bambu. Dipimpin langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, delegasi Pemkab mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing untuk mempromosikan potensi unggulan daerah sekaligus membuka kran investasi internasional, Selasa (14/4/2026).
Langkah proaktif ini merupakan bagian dari strategi perluasan jejaring global guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Takalar. Dalam pemaparannya di hadapan para diplomat, Daeng Manye menegaskan komitmennya untuk menggeser paradigma ekonomi daerah menuju hilirisasi sumber daya alam.
”Hal ini penting agar hasil sumber daya alam tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah. Kita harus mampu memberikan nilai tambah serta menghasilkan produk dengan kualitas yang dipersyaratkan oleh pasar global,” tegas Daeng Manye.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama dalam kerangka asosiasi pertukaran internasional yang terintegrasi dengan program Belt and Road Initiative (BRI). Melalui payung kerja sama ini, Takalar berupaya membuka akses kolaborasi lintas negara yang lebih luas.
Sektor Strategis yang Ditawarkan
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Takalar memaparkan sejumlah sektor prestisius yang siap dikerjasamakan dengan investor China, antara lain:
- Industri Pengolahan Hasil Laut: Mengoptimalkan potensi maritim Takalar yang melimpah.
- Pertanian Modern: Fokus pada digitalisasi dan mekanisasi lahan pertanian.
- Energi Terbarukan: Penjajakan sumber energi ramah lingkungan yang berkelanjutan.
- Kawasan Industri Terpadu: Pengembangan kawasan industri berbasis pesisir yang strategis.
Dukungan Penuh KBRI Beijing
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Anindityo Adi Primasto, Counsellor of Economic Affairs KBRI Beijing. Pihak KBRI memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif “jemput bola” yang dilakukan oleh Pemkab Takalar dan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi komunikasi dengan calon investor potensial di China.
Selain dukungan fasilitas, KBRI juga memberikan masukan strategis mengenai pentingnya penyusunan proposal investasi yang kompetitif, kepastian regulasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung sebagai daya tarik utama bagi investor asing.
Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis bahwa keterlibatan langsung kepala daerah dalam diplomasi ini akan meningkatkan kepercayaan (trust) investor global terhadap iklim investasi di daerah.
”Kami berharap ini menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama konkret yang mampu mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Takalar,” pungkas Daeng Manye. (*)





















Discussion about this post