BERITAPERS || Makassar — Upaya memperkuat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan di Sulawesi Selatan. Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sulsel menggelar sosialisasi sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan keamanan pangan bagi para pengusaha serta mitra dapur MBG sebagai langkah meningkatkan kualitas layanan pangan yang aman, higienis, dan sesuai standar nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Swiss-belhotel Panakukkang Makassar, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen GAPEMBI Sulsel dalam membangun ekosistem dapur MBG yang profesional dan berkelanjutan, seiring meningkatnya jumlah dapur pelayanan pemenuhan gizi di Sulawesi Selatan. Saat ini, tercatat sekitar 575 dapur MBG beroperasi dan melayani jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Ketua DPW GAPEMBI Sulsel, Nurdin Beta, menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi aspek utama yang harus dipenuhi seluruh pelaku usaha MBG. Menurutnya, penyedia makanan bergizi tidak hanya dituntut mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga wajib memastikan proses produksi makanan berlangsung secara higienis dan sesuai standar keamanan pangan.
“Melalui sosialisasi HACCP ini, kami ingin memastikan seluruh mitra dapur memahami pentingnya pengendalian mutu dan keamanan pangan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi makanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sertifikasi HACCP merupakan sistem manajemen keamanan pangan yang diakui secara internasional dan berfungsi mengidentifikasi serta mengendalikan potensi bahaya pada setiap tahapan produksi makanan. Penerapan standar tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dapur MBG sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya perhatian publik terkait standar kebersihan dan keamanan pangan pada program MBG. Di tengah masifnya pelaksanaan program tersebut, transparansi sertifikasi dan pengawasan dapur dinilai menjadi kebutuhan penting agar kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga.
GAPEMBI Sulsel menilai penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan program MBG. Selain pemenuhan standar keamanan pangan, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai tata kelola dapur, sanitasi, manajemen distribusi, hingga prosedur pengawasan mutu makanan.
Sebelumnya, GAPEMBI Sulsel telah menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah koordinasi para pengusaha dan mitra dapur MBG di Sulawesi Selatan. Organisasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis.
Melalui sosialisasi ini, GAPEMBI Sulsel berharap seluruh mitra dapur dapat menerapkan standar keamanan pangan yang lebih baik, sehingga program MBG tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menghadirkan layanan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas.
Penulis: Rafiuddin | Editor: Kemal | Admin: Rafiuddin






















Discussion about this post