BERITAPERS || Data resmi menunjukkan total kesiapan mencapai 2.078 ekor sapi jantan yang tersebar di sebelas kecamatan, dengan wilayah Polut sebagai penyumbang terbesar.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Takalar secara resmi mengeluarkan Data Proyeksi Ketersediaan Hewan Qurban Tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kelancaran, keamanan, dan terpenuhinya kebutuhan logistik keagamaan bagi masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 2026.
Berdasarkan laporan dokumen data yang ditandatangani resmi pada 7 Mei 2026 tersebut, tercatat total proyeksi ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Takalar mencapai 2.078 ekor, yang seluruhnya didominasi oleh jenis ternak sapi jantan. Angka tersebut merupakan akumulasi riil dari hasil pendataan berkala di seluruh wilayah administrasi kecamatan.
Merujuk pada rincian sebaran data tersebut, Kecamatan Polombangkeng Utara atau Polut menjadi wilayah dengan jumlah ketersediaan hewan kurban terbanyak, yakni mencapai 480 ekor sapi.
Posisi berikutnya disusul oleh Kecamatan Pattallassang dengan kesiapan sebanyak 392 ekor, serta Kecamatan Polombangkeng Selatan atau Polsel yang menyediakan 381 ekor sapi jantan.
Sementara itu, pasokan dari wilayah lain juga menunjukkan angka yang cukup signifikan dalam memperkuat stok daerah. Kecamatan Mangarabombang tercatat memiliki 337 ekor sapi kurban, disusul oleh Kecamatan Polombangkeng Timur atau Poltim sebanyak 160 ekor, serta Kecamatan Mappakasunggu yang menyumbang sebanyak 83 ekor sapi.
Untuk kawasan pesisir dan kepulauan, wilayah Galesong Raya turut memberikan kontribusi nyata dalam pemenuhan stok tahun ini.
Tercatat untuk wilayah Kecamatan Galesong Selatan tersedia sebanyak 67 ekor, diikuti oleh Kecamatan Galesong Utara dengan kesiapan 65 ekor, dan Kecamatan Galesong sebanyak 60 ekor sapi jantan.
Adapun untuk beberapa wilayah penopang lainnya, Kecamatan Sanrobone tercatat memiliki ketersediaan sebanyak 45 ekor sapi kurban.
Sementara itu, Kecamatan Kepulauan Tana Keke menjadi wilayah dengan jumlah proyeksi paling sedikit di Kabupaten Takalar, yaitu tercatat sebanyak 8 ekor sapi kurban.
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Takalar, Haris, S.Pt, menyebutkan bahwa data yang dilaporkan oleh petugas pelapor Muh Rifki Rafsanjani, S.Pt ini menjadi dasar utama pemetaan kesiapan daerah.
Dokumen ini berfungsi strategis untuk memantau lalu lintas ternak sekaligus memastikan kesehatan seluruh hewan kurban agar memenuhi syariat dan kelayakan konsumsi masyarakat.





















Discussion about this post