BeritaPers. Makassar || Dengan keteduhan hati, Rosnaeni resmi dilantik bersama pengurus lainnya pada acara Pelantikan Pengurus Majelis Ta’lim Istiqlal RW 03 Kelurahan Minasa Upa Kecamatan Rappocini Kota Makassar oleh Tim Kelompok Kerja (POKJA) Majelis Ta’lim Kantor Kementerian Agama Kota Makassar pada hari Rabu, 17 Dzulhijjah 1447 H / 03 Juni 2026 bertempat di Masjid Istiqlal Komp. Griya Minasa Sari. Tim Kementerian Agama hadir secara tim tepat pukul 9.30 wita., turut hadir membersamai Ketua RW 03, Ketua RT 01 dan Ketua RT 02, Lurah Minasa Upa, Imam Masjid Istiqlal Dewan Penasehat Majelis Ta’lim dan ustad Adam sebagai pembawa tauziah diakhir acara.
Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Alquran dan saritilawah, selanjutnya laporan Ketua Panitia ibu Hj. Yusriatmi HS, S.Ag yang melaporkan berbagai hal dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak terkhusus kepada Ibu Hj. Dewi dan Ibu Firah sebagai perintis awal pada masa kepengurusan RW RT periode sebelumnya serta kepada berbagai pihak atas bantuan dan kontribusinya sehingga hajatan ini dapat terlaksana, walau terbentuk sejak bulan September 2019. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengukuhan dan legalisasi kepengurusan Majelis Taklim Istiqlal agar dapat menjalankan program-program pembinaan keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Pembacaan SK oleh ibu Irma, S.Ag atas nama Ketua Tim Pokja yang dilanjutkan dengan pelantikan secara khidmat, dan dibawah sumpah kepada Allah Swt. semua pengurus berkomitmen melaksanakan amanah secara baik dan maksimal, dan juga menekankan bahwa Majelis Ta’lim harus menjadi Role model pembentukan karakter dalam keluarga merujuk pada QS At-tahrim ayat 6 yang menegaskan pentingnya pendidikan keluarga sebagai madrasatul ula. Kader-kader Majelis Ta’lim harus jadi pioneer di masyarakat untuk selalu mengedepankan keteladanan dan sikap peduli kepada pendidikan keluarga, mau meng-Up Grade pengetahuan agama dan melalui Majelis Ta’lim dapat berdampak positif terhadap perilaku sosialnya dalam keluarga dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rosnaeni S.E berharap di masa kepemimpinan keduanya, walau pertama kali dilantik oleh Kemenag, karena secara hirarki kepengurusan majelis Ta’lim berada di bawah naungan kementerian Agama kabupaten/Kota domisili, lebih lanjut dia butuh dukungan maksimal dari semua pengurus untuk sama-sama menjalankan amanah kepengurusan hingga 2031. Kehadiran Majelis Ta’lim harus bisa beradaptasi dengan Disrupi teknologi atau mengantisipasi inovasi yang mengubah atau menggantikan sistem lama dengan sistem baru yang lebih efisien. Konsep pragmatisme hadir dalam kehidupan sosial dan dengan teknologi smarphone telah mendesain sebagian diatara kita untuk bersikap pragmatis dengan pesan makanan layanan on line. Diakhir Iftitahnya, berharap bahwa kehadiran majels Ta’lim tidak mengkanalisasi warga, tapi berharap dapat menjadi wadah pemersatu, pembinaan umat yang aktif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta kehidupan sosial masyarakat di lingkungan RW 03 Kelurahan Minasa Upa.
Selanjutnya mewakili pejabat wilayah, atas izin Lurah Minasa Upa Dr. Abdul Aziz Muslimin, M.Pd sebagai Ketua RW 03 Kel. Minasa Upa Kec. Rappocini tampil dan menyampaikan hal substansial dari bahwa kehadiran Majelis Ta’lim sebagai Mitra Strategis bagi pemerintah setempat, karena pendidikan awal dan berkelanjutan adanya di rumah tangga yang secara mudah dapat terpantau dan meneladani hal-hal positif. Oleh karena itu, Majels Ta’lim harus jadi Lokomotif untuk mendukung program-program pemerintah Kota Makassar. Hal lain juga ditekankan bahwa dengan kebersamaan dalam keompok pengajian ini berharap bisa menanggalkan simbol-simbol sosial, sehingga tidak memantik dialektika pengurus lainnya dalam merespon personifikasi seseorang seperti tas Branded, perhiasan ataupun aksesoris lainnya dalam proses interaksi sesama pengurus. Semua pengurus harus bisa rendah hati dan tidak jumawa yang dapat memicu kanalisasi dalam berteman, kalaupun ada perbedaan paradigm pengurus, dia berharap Ketua Pengurus bisa menjadi mediator, inisiator agar tercipta ketentraman sesama pengurus, walau dengan 25 kepala yang dapat memunculkan 25 ide.
Pesan terakhir, sebagai warga masyarakat yang baik, ayo pilah sampah dari rumah seperti botol-botol plastik agar dikumpulkan dalam satu wadah dan dibawa ke bank-bank sampah terdekat, sisa-sisa makanan ataupun potongan sayur dan buah agar dimasukkan ke TEBA, sumur tampungan yang akan diolah menjadi pupuk, karena nantinya jenis sampah Reduce saja yang akan di ambil dan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa di Antang
Tauziah dibawakan oleh ustad Adam yang menguraikan bahwa para ibu harus menjadi penyejuk hati dalam keluarga sehingga senantiasa tercipta ketentraman dan kedamaian dalam berinteraksi, senantisa mengedepankan keteladanan dan menjadi contoh yang baik buat para anak gadisnya, acara ditutup dengan doa lalu foto bersama.






















Discussion about this post