BERITAPERS || GOWA — Akselerasi program inovatif One Day One District (ODOD) di Kecamatan Parigi benar-benar menjelma menjadi pesta rakyat yang spektakuler. Lapangan utama Kecamatan Parigi seketika berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga dari berbagai pelosok desa tumpah ruah untuk menyambut kedatangan Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, S.E., M.M., Sabtu (20/6/2026).
Antusiasme tinggi yang diperlihatkan masyarakat dataran tinggi Gowa ini mencerminkan kuatnya ikatan emosional antara warga dan pemimpinnya. Momentum tersebut tidak hanya dihadiri oleh masyarakat umum, tetapi juga menjadi panggung berkumpulnya seluruh elemen dan motor penggerak sosial di Kecamatan Parigi yang setia mengawal rangkaian acara sejak malam hari sebelum hari puncak pelaksanaan.
Melihat gelombang kehadiran massa yang begitu masif dan solid, Bupati Perempuan Gowa ini tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan takjubnya. Saat berdiri di atas podium memberikan arahan, suaranya terdengar bergetar mengapresiasi loyalitas dan kebersamaan warganya.
“Saya pribadi merasa sangat terharu dan bangga melihat pemandangan hari ini. Seluruh elemen bersatu, mulai dari tokoh-tokoh politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, keterwakilan tokoh perempuan, hingga para budayawan, semuanya hadir memadati lapangan ini sejak malam hari hingga seluruh rangkaian kegiatan One Day One District ini selesai dilaksanakan,” ungkap Bupati Sitti Husniah Talenrang dengan nada emosional.
Kerahkan Gerbong SKPD, Bupati Tegaskan Pemerintah Adalah Pelayan
Husniah Talenrang menjelaskan bahwa kehadirannya di Parigi tidaklah sendirian. Ia memboyong gerbong besar pemerintahan, mulai dari para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kepala Badan, Camat, hingga garda terdepan pelayanan kesehatan seperti Kepala Bidang Dinas, serta para Kepala Puskesmas se-Kecamatan Parigi.
Kehadiran kolektif seluruh instansi vertikal pemda ini sengaja dipacu agar setiap aspirasi, keluhan, dan kendala administrasi maupun infrastruktur yang diajukan oleh masyarakat bisa langsung dicarikan jalan keluar secara cepat, taktis, dan tepat sasaran di lokasi acara.
“Kami semua hadir di sini untuk membersamai masyarakat Parigi. Tujuan utama dari program ODOD ini adalah untuk mendengarkan secara langsung, tanpa perantara, apa yang menjadi keinginan, harapan, dan kebutuhan riil warga di lapangan,” jelas orang nomor satu di Butta Gowa tersebut.
Komitmen Meruntuhkan Sekat Antara Rakyat dan Penguasa
Lebih jauh, doktor manajemen ini menggarisbawahi filosofi mendasar dari jabatan bupati yang kini diembannya. Bagi Husniah, esensi tertinggi dari sebuah kekuasaan eksekutif daerah adalah pengabdian murni dan pelayanan tanpa batas kepada masyarakat, bukan untuk membangun dinding pembatas yang feodal.
“Kehadiran lautan manusia hari ini mencerminkan sebuah hakikat bahwa pemerintah pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Sebagai pelayan, kita wajib memiliki hati yang terbuka dan mau mendengarkan keluh kesah warga secara langsung di tingkat tapak. Melalui program ODOD ini, kita buktikan bahwa sudah tidak ada sekat, jarak, ataupun benteng pembatas lagi di antara kita semua. Kita adalah satu kesatuan untuk kemajuan Gowa,” kunci Bupati Gowa disambut gemuruh tepuk tangan riuh dari ribuan warga yang memadati lapangan.
Dengan suksesnya konsolidasi sosial dan pelayanan publik lewat ODOD Parigi ini, Pemkab Gowa optimistis pola komunikasi dua arah yang egaliter ini akan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan stabilitas daerah, pemerataan pembangunan, serta percepatan kesejahteraan masyarakat hingga ke wilayah terpencil.










