BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG – Kamis, 16 Juli 2026. SMA Negeri 10 Pinrang terus memperkuat komitmennya dalam membangun karakter dan meningkatkan kesadaran peserta didik baru melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu materi yang menjadi fokus utama adalah Pencegahan Isu NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) sebagai langkah preventif dalam membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 12.30 hingga 14.00 WITA, bertempat di SMA Negeri 10 Pinrang. Materi disampaikan oleh perwakilan UPT Puskesmas Lanrisang, dr. Cindy Purnamasari, yang memberikan edukasi komprehensif mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA terhadap kesehatan fisik, mental, kehidupan sosial, hingga masa depan para pelajar.
Dalam pemaparannya, dr. Cindy Purnamasari menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kerusakan organ tubuh dan gangguan kesehatan mental, tetapi juga dapat menghancurkan cita-cita serta masa depan generasi muda. Oleh karena itu, pelajar harus memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu mengenali berbagai modus peredaran narkoba serta berani menolak segala bentuk penyalahgunaannya.
Selain penyampaian materi, peserta didik juga diajak menyaksikan tayangan edukatif mengenai dampak penyalahgunaan narkoba, membedakan berbagai mitos dan fakta tentang NAPZA, serta membuat pohon komitmen bersama sebagai simbol tekad seluruh peserta didik baru untuk menjauhi narkoba dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan zat adiktif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari konsep MPLS Ramah yang diterapkan SMA Negeri 10 Pinrang, yaitu masa pengenalan sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter, pembentukan budaya positif, perlindungan terhadap peserta didik, serta penguatan literasi dan wawasan kebangsaan.
Sebelumnya, peserta didik baru juga mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, di antaranya pengenalan lingkungan dan sarana prasarana sekolah, pengenalan aksesibilitas dan keamanan lingkungan pendidikan, orientasi keamanan digital bertajuk “Scam Ready ASEAN untuk SMA/SMK se-Sulawesi Selatan – Siap Jadi Siswa Melek Digital: Anti Kena Tipu”, hingga pelaksanaan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Kepala SMA Negeri 10 Pinrang, Hj. Ida Rilianai, SE., M.Pd, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik yang kuat dan berintegritas.
“Melalui MPLS Ramah ini, kami ingin memastikan seluruh peserta didik baru memperoleh bekal pengetahuan, karakter, dan kesadaran untuk menjauhi penyalahgunaan NAPZA. Sekolah memiliki tanggung jawab membangun generasi yang sehat, disiplin, berintegritas, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Kami berharap komitmen ini terus dipegang oleh seluruh siswa selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 10 Pinrang,” ujar Hj. Ida Rilianai.
Sementara itu, Humas SMA Negeri 10 Pinrang, Arfah Anwar, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada UPT Puskesmas Lanrisang atas dukungannya dalam menyukseskan kegiatan MPLS melalui pemberian edukasi kesehatan kepada peserta didik baru.
“Kolaborasi antara sekolah dan Puskesmas Lanrisang merupakan bentuk sinergi yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman. Kami berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk memahami bahaya NAPZA, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri, serta mampu menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” ungkap Arfah Anwar.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Lanrisang, SMA Negeri 10 Pinrang berharap seluruh peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah dengan baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, wawasan yang luas, serta komitmen untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia. (MLP)










