BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG – Selasa, 28 Juli 2026 – SMA Negeri 10 Pinrang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan transformasi pendidikan melalui pengembangan berbagai inovasi berbasis teknologi. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Hj. Ida Rilianai, SE., M.Pd., sekolah ini berhasil melahirkan dua inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat pembinaan karakter peserta didik.
Dua inovasi tersebut merupakan hasil karya para guru yang memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan pendidikan. Inovasi pertama dikembangkan oleh Muh. Ali, S.Si. sebagai inovator dengan Hasbia Firman, S.Pd. sebagai sekretaris tim pengembang. Sementara inovasi kedua adalah SEMPAJANG (Sistem Elektronik Monitoring Presensi Shalat Berjamaah) yang digagas oleh Murdani, S.Pd. dengan A. Susilawati, S.Pd. sebagai sekretaris.
Kedua inovasi tersebut lahir sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Melalui pemanfaatan teknologi, sekolah berupaya menghadirkan layanan yang lebih efektif, efisien, transparan, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah aplikasi SEMPAJANG, sebuah sistem elektronik untuk memonitor kehadiran siswa dalam pelaksanaan shalat berjamaah. Aplikasi ini menggantikan sistem presensi manual yang selama ini masih menggunakan buku absensi maupun kartu presensi, yang dinilai kurang efektif karena membutuhkan waktu lama, rawan antrean, serta berpotensi terjadi manipulasi data melalui titip absen maupun pemalsuan tanda tangan.
SEMPAJANG dikembangkan berbasis Progressive Web App (PWA) sehingga dapat diakses dengan mudah melalui berbagai perangkat. Sistem ini menggunakan QR Code dinamis yang terus berubah secara berkala, dilengkapi verifikasi perangkat tunggal untuk mencegah penyalahgunaan, serta mampu merekam data kehadiran secara real time dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memiliki fitur pengiriman laporan otomatis melalui WhatsApp kepada orang tua dan wali kelas setiap hari. Dengan demikian, pengawasan terhadap kedisiplinan ibadah peserta didik tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga sebagai mitra dalam pembentukan karakter religius.
Selain menyajikan data kehadiran, aplikasi SEMPAJANG mampu menampilkan statistik dan pemetaan pola kehadiran siswa sehingga guru dapat lebih cepat melakukan evaluasi serta memberikan pembinaan kepada peserta didik yang memerlukan perhatian khusus.
Sejak diterapkan pada Oktober 2025, aplikasi tersebut telah memberikan dampak positif terhadap efektivitas pelayanan sekolah. Proses presensi yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit, sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada proses pembelajaran dan pembinaan karakter peserta didik.
Sementara itu, inovasi digital yang dikembangkan oleh Muh. Ali, S.Si. bersama Hasbia Firman, S.Pd. juga menjadi bagian dari upaya SMA Negeri 10 Pinrang dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan sekolah, mempercepat proses administrasi, serta memberikan kemudahan bagi seluruh warga sekolah.
Kepala SMA Negeri 10 Pinrang, Hj. Ida Rilianai, SE., M.Pd., mengapresiasi dedikasi para guru yang terus berinovasi demi kemajuan sekolah. Menurutnya, inovasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan zaman yang terus berkembang.
“Kami sangat bangga atas lahirnya berbagai inovasi yang dikembangkan oleh guru-guru SMA Negeri 10 Pinrang. Ini membuktikan bahwa sumber daya pendidik kami memiliki kreativitas, kompetensi, dan komitmen tinggi dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas. Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi pembentukan karakter, peningkatan disiplin, serta pelayanan yang lebih efektif bagi peserta didik dan orang tua,” ujar Hj. Ida Rilianai.
Ia berharap kedua inovasi tersebut terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pendidikan.
“Kami akan terus mendorong lahirnya berbagai inovasi dari para guru sebagai bagian dari transformasi pendidikan di SMA Negeri 10 Pinrang. Semoga inovasi-inovasi ini dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah lain dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berbasis teknologi,” tambahnya.
Senada dengan itu, Humas SMA Negeri 10 Lanrisang Pinrang, Arfah Anwar, S.Ag., menilai lahirnya dua inovasi digital tersebut menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membangun budaya kerja yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan para guru bukan sekadar menghadirkan kemudahan dalam layanan administrasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat pembentukan karakter peserta didik.
“SMA Negeri 10 Pinrang terus berupaya menghadirkan berbagai terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi warga sekolah. Kehadiran dua inovasi ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghasilkan solusi atas berbagai tantangan di dunia pendidikan. Kami berharap inovasi-inovasi ini terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mewujudkan pendidikan yang modern, efektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik,” ujar Arfah Anwar.
Ia menambahkan, keberhasilan implementasi inovasi di SMA Negeri 10 Pinrang tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta dukungan orang tua. Kolaborasi tersebut menjadi modal utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan.
“Transformasi pendidikan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh warga sekolah. Karena itu, kami akan terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat karakter religius, kedisiplinan, integritas, serta mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Arfah Anwar.
Melalui lahirnya dua inovasi digital tersebut, SMA Negeri 10 Pinrang kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus konsisten membangun generasi yang religius, berintegritas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kedua inovasi ini diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam transformasi pendidikan yang dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi demi meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. (MLP)





















Discussion about this post