BERITAPERS || PAREPARE – Jumat, 31 Juli 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pengelolaan Sampah Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 terus menghadirkan inovasi edukatif dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Salah satu program yang dilaksanakan adalah Program Individu OSAKA (Olah Sampah Jadi Karya): Menyulap Sampah Anorganik Menjadi Junk Journal Kreatif, yang diprakarsai oleh Ulfa Lutfiah Rosyifah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi.
Program tersebut dilaksanakan pada 23 Juli 2026 di SD Negeri 57 Kota Parepare, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui edukasi pengelolaan sampah anorganik dengan pendekatan kreatif dan aplikatif.
Dalam kegiatan tersebut, Ulfa mengajak siswa-siswi kelas VI memanfaatkan berbagai jenis sampah anorganik seperti bungkus jajanan, kertas bekas, koran, dan kemasan plastik menjadi Junk Journal, yaitu buku catatan kreatif berbahan dasar material daur ulang yang memiliki nilai estetika dan nilai guna.
Menurut Ulfa, program OSAKA lahir dari kepedulian terhadap masih banyaknya sampah anorganik di lingkungan sekolah yang belum dikelola secara optimal. Selain itu, masih banyak siswa yang belum memahami pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya.
“Kami ingin siswa memahami bahwa sampah anorganik bukanlah barang yang tidak berguna. Dengan kreativitas, limbah tersebut dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai manfaat. Melalui OSAKA, kami berharap siswa semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu mengembangkan kreativitasnya sejak dini,” ujar Ulfa Lutfiah Rosyifah.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian sampah, perbedaan sampah organik dan anorganik, dampak pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat, serta pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa KKN-T kemudian mengajak siswa mengikuti praktik langsung membuat Junk Journal menggunakan bahan-bahan bekas yang telah dikumpulkan sebelumnya. Dengan penuh antusias, para siswa menyusun halaman demi halaman dari kertas bekas, potongan koran, hingga bungkus jajanan menjadi buku catatan yang unik, menarik, dan bernilai ekonomi.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan positif dari para guru maupun peserta didik. Selain memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan limbah menjadi produk kreatif, program ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter yang menanamkan sikap peduli lingkungan, tanggung jawab, serta kebiasaan mengurangi sampah sejak usia sekolah.
Pihak SD Negeri 57 Kota Parepare menyambut baik pelaksanaan program OSAKA karena dinilai sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun budaya hidup bersih dan ramah lingkungan. Pendekatan edukasi yang dikemas melalui praktik kreatif dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dibandingkan pembelajaran teori semata.
Melalui Program Individu OSAKA, Mahasiswa KKN Tematik Pengelolaan Sampah Universitas Hasanuddin Gelombang 116 berharap budaya memilah dan memanfaatkan sampah dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun rumah. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, kreatif dalam memanfaatkan barang bekas, serta mampu menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah di Kota Parepare. (MLP)






















Discussion about this post